JAKARTAPEDIA.co.id – Di tengah upaya Jakarta mempercepat pelayanan air bersih bagi warganya, sosok Arief Nasrudin kembali mencuri perhatian publik. Direktur Utama PAM Jaya itu resmi menerima “Jakarta Youth Award 2025”, sebuah penghargaan yang diberikan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pemuda Jakarta kepada tokoh-tokoh yang dinilai memberi inspirasi bagi kaum muda.
Bagi Presidium Koalisi, Cecep Sulaiman, ketokohan Arief tidak sekadar terlihat dari jabatan yang disandangnya. “Tokoh itu harus memiliki komitmen, konsisten, dan konsekuen. Setelah kita elaborasi, Pak Arief Nasrudin memang sudah selayaknya menjadi inspirasi bagi kaum muda,” ujarnya pada Minggu (23/11/2025).
Penghargaan tersebut merupakan hasil penelusuran panjang para dewan juri, yang selama enam bulan—April hingga September 2025—melakukan verifikasi terhadap para kandidat.
Dari 43 nama yang diusulkan, hanya 10 tokoh yang akhirnya dinilai memenuhi tiga indikator utama kontribusi terhadap warga Jakarta, dan Arief menjadi salah satunya.
Dedikasi Kolektif di Balik Transformasi
Saat menerima penghargaan, Arief menekankan bahwa capaian ini bukanlah keberhasilan personal. Sejak dipercaya memimpin PAM Jaya pada 2023, ia menyadari bahwa transformasi hanya bisa dilakukan melalui kerja kolektif.
“Anugerah ini tidak hanya didedikasikan untuk saya, tetapi juga untuk seluruh stakeholder dan sistem yang ada di PAM Jaya,” katanya.
Dalam dua tahun terakhir, PAM Jaya terus bergerak cepat mendorong pemerataan layanan air bersih. Salah satu program yang paling dirasakan masyarakat berpenghasilan rendah adalah Kartu Air Sehat, yang kini telah memberi manfaat kepada 500 ribu pelanggan.
Akselerasi layanan pun menunjukkan hasil. Tahun ini, PAM Jaya berhasil menambah 150 ribu sambungan baru, sehingga total cakupan layanan mencapai 76,19 persen atau setara 1.072.000 sambungan aktif.
Capaian Bersejarah: Dividen Perdana untuk Pemprov DKI
Tak hanya memperluas akses air bersih, PAM Jaya juga mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya, pada tahun 2024 perusahaan tersebut mampu menyetor dividen kepada Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp62,3 miliar.
“Ini menjadi kali pertama PAM Jaya memberikan dividen, bahkan jumlahnya lebih tinggi dibandingkan beberapa BUMD lain. Karena itu, kita tidak boleh berhenti belajar dengan DOA—Do Optimis Action,” kata Arief.
Koalisi Civil Society sebagai Penggagas
Penghargaan Jakarta Youth Award 2025 diberikan oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pemuda Jakarta, yang terdiri atas berbagai organisasi, antara lain Jakarta Monitoring Network (JMN), Humanika Jakarta, Jakarta Urban Coalition, Komunitas Peduli Pendidikan Jakarta (KPP), Masyarakat Pemantau Olahraga Jakarta (MPOJ), serta Lembaga Pengembangan Peran Serta Masyarakat (LP2SM).
Koalisi ini juga mendapat dukungan dari Lembaga Pemantau Jakarta (LPJ), Jakarta Public Service (JPS), Komunitas Reog Ponorogo (KRP), hingga Pengembangan Partisipasi Masyarakat (P2M).
Dalam lanskap perkotaan yang terus berkembang, penghargaan ini menjadi pengakuan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah-langkah konkret yang mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat.
Bagi Arief Nasrudin dan timnya di PAM Jaya, perjalanan transformasi masih panjang—namun dukungan dan apresiasi publik menjadi energi baru untuk terus bergerak maju. (ant/ig)





