Karbohidrat kompleks membantu mengatur gula darah, sementara makanan berlemak bertahan di dalam usus, menyebabkan kembung, gangguan pencernaan, dan ketidaknyamanan, ujarnya.
Seiring waktu, hal ini dapat mengganggu bakteri usus, meningkatkan peradangan, dan membahayakan kesehatan usus dalam jangka panjang.
Lebih lanjut dikatakannya tingginya kadar lemak jenuh dan tidak sehat dalam makanan seperti burger, ayam goreng, pizza cepat saji, dan makanan China dapat mempengaruhi pencernaan dan menyebabkan gejala usus, seperti kembung, pencernaan lambat, ketidaknyamanan, dan bahkan diare.
“Selain itu, natrium yang berlebihan dan gula serta pemanis buatan atau olahan akan mempengaruhi fungsi pencernaan,” kata Benjamin.
Selanjutnya permen, minuman bersoda, dan makanan panggang seperti donat, kue, dan biskuit harus dibatasi, bukan hanya karena tidak memiliki nutrisi, tetapi juga karena mengandung kadar gula olahan yang tinggi.
“Hal ini dapat memicu bakteri usus yang tidak sehat, yang berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan pencernaan dan masalah kesehatan jangka panjang,” ujarnya.
“Mereka cenderung bergerak melalui usus lebih cepat, tetapi produk sampingan dan efek samping yang dihasilkan oleh bakteri yang memakan makanan olahan ini dapat bertahan lama,” lanjutnya.
Sebagai gantinya, Benjamin menyarankan untuk memasukkan makanan yang ramah usus ke dalam diet anda.
“Pertimbangkan untuk menambahkan makanan yang baik untuk pencernaan seperti jahe, yang mendukung pencernaan, kefir, yang kaya akan probiotik, dan sayuran berserat tinggi seperti brokoli dan ubi jalar, yang semuanya membantu menjaga kelancaran sistem pencernaan,” katanya.





