JAKARTAPEDIA.co.id – Parsadaan Pomparan Borsak Jungjungan Silaban (PBJS) bersama Boru, Bere, dan Ibebere se-Jabodetabek menggelar Pesta Parolopolopon 2026 di Grand Graha Delima 2, Kota Bekasi, Minggu (11/10/2026). Kegiatan ini menjadi ajang mempererat persaudaraan sekaligus melestarikan adat Batak Toba.
Pesta yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) perkumpulan tersebut diisi dengan prosesi adat, ibadah syukur, tortor bersama, serta berbagai perlombaan yang melibatkan generasi muda.
Selain memperkuat hubungan kekerabatan, kegiatan ini juga diwarnai pengumpulan 1.000 tanda tangan dukungan untuk mengusulkan arsitek Friedrich Silaban sebagai Pahlawan Nasional.
Friedrich Silaban dikenal sebagai salah satu arsitek Indonesia yang menghasilkan karya monumental, termasuk Masjid Istiqlal di Jakarta. Dukungan terhadap pengusulannya diharapkan dapat meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kontribusi dan warisan tokoh tersebut bagi bangsa Indonesia.
Ketua Umum PBJS se-Indonesia dan Dunia, Pantas Silaban, menekankan pentingnya menjaga persatuan keluarga besar sekaligus meneruskan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.
“Pesta Parolopolopon ini bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi momentum untuk mempererat tali persaudaraan, melestarikan adat dan budaya Batak, serta mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus. Kami juga mengajak keluarga besar Pomparan Borsak Jungjungan Silaban untuk bersatu mendukung pengusulan Friedrich Silaban sebagai Pahlawan Nasional,” kata Pantas Silaban saat menunjukkan spanduk dukungan tanda tangan pengusulan Friedrich Silaban sebagai Pahlawan Nasional kepada sejumlah wartawan.
Dalam kegiatan tersebut, generasi muda atau Naposo Silaban turut dilibatkan melalui lomba cipta logo, lomba yel-yel antarsektor, dan lomba konten video keluarga.
Berbagai kegiatan itu menjadi sarana untuk mendorong kreativitas sekaligus memperkuat keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya.
Melalui Pesta Parolopolopon 2026, PBJS diharapkan dapat terus memperkuat solidaritas keluarga, menjaga kelestarian adat Batak Toba, serta menumbuhkan kepedulian terhadap tokoh-tokoh bangsa yang telah memberikan kontribusi bagi Indonesia. (ig/bp)






