Perkuat Industri Kreatif, Pemprov DKI Jakarta Jajaki Kerja Sama dengan Busan Film Commission

oleh -
oleh
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri pembukaan dan red carpet Busan International Film Festival (BIFF) ke-31 di Busan Cinema Center, Busan, Korea Selatan, Selasa (6/10/2026). BIFF ke-31 berlangsung pada 6-15 Oktober 2026 dan menghadirkan 316 film dari 59 negara. (ist)

JAKARTAPEDIA.co.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membahas peluang kerja sama antara Jakarta Film Commission dan Busan Film Commission, yang mencakup fasilitasi produksi, pengembangan lokasi syuting, peningkatan kapasitas pekerja film, serta penguatan jejaring film commission di kawasan Asia.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dalam keterangan resmi, Rabu, mengatakan ia datang ke Busan bukan sekadar untuk melihat keberhasilan kota lain.

Pengalaman Busan, menurut dia, penting untuk membantu Jakarta mengukur kesiapan sekaligus memperkuat langkah yang sudah dimulai.

“Saya ingin tahu bagaimana awalnya Busan membangun ini sampai menjadi seperti sekarang agar Jakarta juga bisa menjadi kota film,” kata Rano yang dilansir pada Jum’at (9/10/2026).

Jakarta Film Commission resmi diluncurkan pada 26 Juni 2026 sebagai layanan terpadu untuk mendukung produksi film dan audiovisual.

Layanan tersebut mencakup informasi, koordinasi, fasilitasi lokasi dan perizinan, serta pengembangan jejaring industri.

Sementara itu, hubungan antara Jakarta dan Busan dalam bidang perfilman juga mulai terbangun. Pada April 2026, delegasi Busan Film Commission berkunjung ke Jakarta untuk melihat perkembangan ekosistem perfilman di ibu kota.

Pertemuan di Busan kali ini menjadi kelanjutan dari hubungan tersebut. Bagi Jakarta, kerja sama itu diharapkan membuka lebih banyak kesempatan bagi sineas, pekerja film, dan talenta muda untuk dapat terhubung dengan ekosistem perfilman Asia dan dunia.

Dengan fondasi yang mulai terbentuk, Jakarta kini tidak hanya ingin menjadi lokasi produksi film.

Jakarta juga ingin tumbuh sebagai kota yang mampu melahirkan talenta, mempertemukan pelaku industri, membuka akses ke pasar internasional, dan menjadikan film sebagai bagian dari kehidupan kota. (ig)