KPMI Gelar Diskusi Pengelolaan Air Minum di Jakarta, Berikut Pernyataan Para Narasumber

oleh -
Komunitas Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (KPMI), menggelar diskusi pengelolaan air minum di Jakarta di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (19/3/2025) sore. (ist)

“Meski tantangannya tidak kecil, saya meyakini melalui miles stone yang sudah diterapkan dan direalisasikan, target itu bisa dicapai,” ucapnya.

Dia juga minta agar penggunaan air tanah oleh ratusan gedung dan kawasan pabrik harus segera dihentikan. Pemprov DKI Jakarta harus melakukan penertiban.

“Pemprov DKI Jakarta saatnya harus bertindak tegas untuk menegakkan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 93 Tahun 2021 tentang Zona Bebas Air Tanah untuk mencegah dampak yang lebih parah,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Jangkar Baja, I Ketuat Guna Artha (Igat) menyebutkan, air menjadi kebutuhan primer tidak hanya bagi manusia, tapi makhluk hidup yang lain.

Oleh karena itu, ia mengingatkan agar menghentikan penggunaan air tanah secara berlebihan untuk mencegah penurunan tanah di Jakarta.

Karena itu dia mengajak masyarakat, terutama di wilayah hulu untuk bisa menjaga sumber-sumber air dan ekosistem lingkungan.

Caranya dengan memanfaatkan jaringan perpipaan yang disediakan Perumda PAM Jaya.

“Kita harus menghindari penggunaan air tanah, menghemat air. Kalau air tanah terus digunakan bukan mustahil Jakarta akan tenggelam,” katanya.

Menanggai pernyataan daripada narasumber yang hadir, Senior Manager Corporate Communication and Office Director PAM Jaya, Gatra Vaganza memaparkan, demi memenuhi target cakupan layanan 100 persen di tahun 2030, sejumlah program pendukung telah dibangun sejak dini.

PAM Jaya saat ini fokus pada percepatan peningkatan cakupan pelayanan Sistem Ponyediaan Air Minum (SPAM) di Jakarta serta penurunan Non-Revenue Water (NEW) dari 40.2% saat ini menjadi 30% pada tahun 2030.

Selain itu, sambungnya, perluasan layanan juga dilakukan dengan menambah 29.326 sambungan rumah pada periode 2021 hingga Juli 2024, PAM Jaya mengandalkan proyek pembangunan SPAM Regional Jatiluhur untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Jakarta.

“Peningkatan ketersediaan air dilakukan dengan menambah 7.000 kilometer pipa haru dan nombangun reservoir kommunal,” jelasnya lagi.

Target 100 persen pelayanan PAM Jaya hingga tahun 2030 mencakup 18 Instalasi Pengolahan Air (IPA), 167 Satuan Rumah (SR) pelanggan, panjang pipa 19.234 km, NRW sebesar 30%, serta distribusi air sebanyak 32.950 liter per detik (Ips) atau 2.846.580 meter kubik per hari.

Diskusi yang ditutup dengan acara buka bersama (Bukber) ini menghadirkan sejumlah narasumber seperti Akademisi Prof DR Nur Kholisoh, Aktivis Perkotaan Sugiyanto, perwakilan PAM Jaya Gatra Vagansa, dengan moderator Budi Siswanto alias Busis. (ig)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *