JAKARTAPEDIA.co.id – Peningkatan kadar kolesterol, khususnya low density lipoprotein (LDL) atau yang dikenal sebagai kolesterol “jahat”, dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit jantung dan stroke.
Selain penggunaan obat-obatan medis, sejumlah dokter menyebut terdapat beberapa jenis suplemen yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah serta mendukung kesehatan jantung secara keseluruhan.
Mengutip laporan Hindustan Times, Jum’at (27/3/2026), dokter Kunal Sood menjelaskan beberapa suplemen yang memiliki bukti ilmiah dalam membantu menurunkan kadar LDL, memperbaiki metabolisme lemak, hingga menjaga fungsi kardiovaskular.
Menurutnya, beberapa suplemen seperti asam lemak omega-3, ekstrak bawang putih, sterol tumbuhan, serta teh hijau dapat memberikan efek positif terhadap pengelolaan kolesterol “jahat”.
Asam Lemak Omega-3
Asam lemak omega-3, terutama eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA), dikenal dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dengan cara menekan produksi Very Low Density Lipoprotein (VLDL) di hati sekaligus meningkatkan proses pembuangan lemak dari aliran darah.
“Studi menunjukkan penurunan trigliserida sekitar 20–30 persen, yang berkontribusi pada perbaikan metabolisme lipid dan penurunan risiko kardiovaskular,” ujar Dr. Sood.
Ia menambahkan bahwa omega-3 juga berperan dalam mendukung metabolisme lemak secara menyeluruh.
Ekstrak Bawang Putih
Bawang putih mengandung allicin, senyawa aktif yang diyakini dapat menekan produksi kolesterol di hati. Dalam bentuk ekstrak, bawang putih disebut mampu membantu menurunkan kadar kolesterol total maupun LDL, terutama pada individu dengan kadar kolesterol tinggi.
Dr. Sood menjelaskan, kandungan allicin dan S-allyl-cysteine dapat menghambat enzim HMG-CoA reductase, yaitu enzim yang berperan dalam pembentukan kolesterol di hati.
Teh Hijau
Teh hijau mengandung katekin yang merupakan antioksidan kuat. Senyawa ini diketahui dapat mengurangi penyerapan kolesterol di usus serta menghambat proses pembentukannya di hati.
“Katekin, khususnya EGCG, mampu menekan penyerapan kolesterol dan menghambat sintesisnya di hati. Sejumlah studi menunjukkan penurunan moderat namun konsisten pada LDL dan kolesterol total,” kata Dr. Sood.
Sterol Tumbuhan
Sterol tumbuhan memiliki struktur yang mirip dengan kolesterol sehingga dapat bersaing dalam proses penyerapan di saluran pencernaan.
Dengan mekanisme tersebut, sterol tumbuhan membantu mengurangi jumlah kolesterol yang masuk ke aliran darah serta meningkatkan ekskresinya melalui feses.
“Meta-analisis menunjukkan konsumsi sekitar 0,6 hingga 3,3 gram per hari dapat menurunkan LDL sekitar 6 hingga 12 persen,” jelas Dr. Sood. (ist/jek)

Nyok Pasang Iklan Banner Anda di Setiap Artikel Hanya Rp 500K/Bulan Silahkan WA ke 0877-6460-1861.





