Relokasi Pedagang Ikan ke Lokbin Kramat Jati Berjalan Mulus, Satpol PP: Tak Ada Penolakan

oleh -
oleh
Kepala Satpol PP Kota Jakarta Timur, Muhammadong. (ist)

JAKARTAPEDIA.co.id – Aktivitas perdagangan ikan, kerang, kepiting atau rajungan, hingga berbagai hasil laut lainnya di kawasan trotoar Jalan Raya Bogor, depan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, mulai ditata. Para pedagang yang selama ini berjualan pada malam hari diarahkan menempati lokasi binaan (Lokbin) Pasar Kramat Jati.

Relokasi tersebut berlangsung dengan pendekatan persuasif. Para pedagang disebut menunjukkan sikap kooperatif dan tidak melakukan penolakan saat proses pemindahan dilakukan.

Kepala Satpol PP Kota Jakarta Timur, Muhammadong, mengatakan pendekatan melalui sosialisasi yang dilakukan secara intensif oleh jajaran kewilayahan menjadi salah satu faktor proses relokasi berjalan tertib.

Menurut dia, komunikasi yang aktif antara camat, lurah, dan para pedagang membuat proses penataan kawasan dapat diterima tanpa gejolak.

“Untuk saat ini, khususnya pedagang ikan, tidak ada penolakan. Pak Camat dan Pak Lurah sangat aktif berkoordinasi. Sampai saat ini kami belum menemukan adanya protes dari pedagang,” kata Muhammadong, yang akrab disapa Madong, di kawasan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (1/9/2026).

Pada malam yang sama, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut meninjau langsung Lokbin Pasar Kramat Jati. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan lokasi yang disediakan bagi pedagang dapat menjadi tempat aktivitas ekonomi yang lebih tertata.

Di sisi lain, proses penataan di kawasan depan Pasar Kramat Jati tidak hanya menyangkut pemindahan pedagang.

Pemerintah juga harus memastikan aktivitas perdagangan tidak kembali menggunakan trotoar sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas di Jalan Raya Bogor yang menjadi salah satu jalur padat di Jakarta Timur.

Untuk mengawal proses tersebut, Satpol PP Jakarta Timur menyiapkan ratusan personel gabungan.

Madong mengatakan sekitar 350 personel Satpol PP diterjunkan untuk mengawal penataan pedagang. Jumlah itu diperkuat unsur TNI-Polri sehingga total personel yang berada di lapangan mencapai sekitar 500 orang.

“Tentunya kami sudah menyiapkan sekitar 350 Satpol PP untuk hari ini. Ditambah dengan pasukan dari TNI-Polri, ya kurang lebih 500 hari ini yang kita terjunkan,” ujarnya.

Penjagaan kemudian dilakukan secara bergantian selama 24 jam. Satpol PP membagi pengamanan menjadi dua shift untuk mengantisipasi potensi kemacetan maupun munculnya kembali pedagang yang berjualan di lokasi yang tidak diperuntukkan bagi kegiatan perdagangan.

Shift pertama berlangsung mulai pukul 16.30 WIB hingga 23.00 WIB. Setelah itu, pengamanan dilanjutkan personel shift kedua dari pukul 23.00 WIB sampai 07.00 WIB.

Pola penjagaan tersebut akan terus dilakukan pada hari-hari berikutnya. Kehadiran petugas diharapkan dapat menjaga kawasan tetap tertib sekaligus memberikan pendampingan selama masa transisi relokasi.

“Untuk ke depannya selalu kita turunkan, ya (petugas Satpol PP). Jadi, untuk hari berikutnya ya tentunya personel Satpol PP dan TNI kami selalu mendampingi,” kata Madong.

Relokasi pedagang ikan dan hasil laut ke Lokbin Kramat Jati pun menjadi bagian dari upaya menata ruang publik di kawasan Pasar Kramat Jati.

Trotoar yang sebelumnya menjadi ruang berjualan pada malam hari diarahkan kembali pada fungsi utamanya, sementara para pedagang tetap mendapatkan ruang untuk menjalankan aktivitas ekonominya secara lebih tertib.

Dengan pendekatan sosialisasi dan pengawalan di lapangan, pemerintah berharap penataan tersebut dapat berlangsung berkelanjutan tanpa menimbulkan konflik antara petugas dan pedagang. (ig)