JAKARTAPEDIA.co.id | KOTA BEKASI – Sore itu, suasana di sekretariat sementara Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bekasi (DK3B) terasa hangat. Aroma kopi yang tersaji di atas meja berpadu dengan semangat para pengurus dan anggota yang berkumpul untuk membicarakan masa depan seni dan budaya Kota Bekasi.
Bertempat di Jalan Merpati Bali 21 RT 11/RW 9, Kavling Harapan Kita, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, baru-baru ini, jajaran pengurus DK3B menggelar kegiatan “Ngopi Sore” yang dikemas dalam suasana santai namun sarat makna.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mematangkan persiapan Rapat Kerja (Raker) perdana DK3B yang dijadwalkan berlangsung pada 11-12 Juli 2026 di Garut, Jawa Barat.
Dipimpin langsung Ketua DK3B, K. Alamsyah Pradja, kegiatan itu dihadiri para koordinator komite yang tergabung dalam kepanitiaan Raker.
Meski berlangsung santai, diskusi yang mengalir selama pertemuan berjalan dinamis dengan berbagai gagasan dan usulan program yang nantinya akan menjadi fondasi organisasi dalam mengembangkan seni dan budaya di Kota Bekasi.
Bagi DK3B, Raker perdana bukan sekadar agenda organisasi. Forum tersebut akan menjadi titik awal penyusunan arah gerak lembaga dalam menjalankan misi pelestarian, pengembangan, hingga kolaborasi kebudayaan di Kota Patriot.
“Setiap koordinator bidang sudah harus menyusun program-program untuk segera dilaksanakan ke depan. Ke depan kami akan lebih fokus kepada pelestarian, pengembangan, dan kolaborasi,” ujar Alamsyah di sela-sela diskusi.
Selain membahas agenda internal organisasi, DK3B juga merancang kunjungan ke Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Garut.
Kegiatan tersebut dipandang sebagai kesempatan berharga untuk belajar sekaligus bertukar pengalaman mengenai tata kelola seni dan budaya daerah yang dinilai berhasil mengembangkan potensi lokalnya.
Tak hanya itu, setiap komite yang berada di bawah naungan DK3B juga akan menampilkan karya seni terbaiknya. Mulai dari Komite Sastra, Tari, Musik hingga Teater akan berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan sebagai bentuk edukasi budaya dan ajang memperkenalkan kekayaan seni Kota Bekasi kepada masyarakat Garut.
“Setiap Komite juga akan menggelar tampilan-tampilan mulai dari Komite Sastra, Tari, Musik maupun Teater sebagai sarana edukasi dan pertukaran pengalaman. Termasuk memperkenalkan Batik Bekasi di sana,” ungkap Alamsyah.
Menariknya, seluruh pelaksanaan Raker tersebut dilakukan secara mandiri tanpa menggunakan anggaran pemerintah. Kegiatan akan berlangsung di salah satu homestay milik anggota DK3B, sementara biaya akomodasi dan transportasi ditanggung secara gotong royong oleh para pengurus dan anggota.
“Semua biaya patungan atau swadaya mandiri dari pengurus dan anggota DK3B agar semua agenda bisa segera berjalan,” tambahnya.
Semangat kemandirian itu mencerminkan keseriusan para pelaku seni dan budaya Kota Bekasi untuk bergerak dan berkarya. Namun demikian, Alamsyah menyadari bahwa upaya membangun ekosistem kebudayaan yang kuat tidak bisa dilakukan sendirian.
Menurutnya, dukungan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Kota Bekasi, DPRD Kota Bekasi hingga berbagai instansi terkait, menjadi faktor penting agar program-program kebudayaan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Karena itu, setelah sebelumnya melakukan audiensi dengan Wali Kota Bekasi dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi, DK3B juga berencana menjalin komunikasi dengan Komisi IV DPRD Kota Bekasi dalam waktu dekat.
“Dalam waktu dekat ini DK3B akan melakukan audiensi dengan Komisi IV DPRD Kota Bekasi setelah sebelumnya sudah audiensi dengan Wali Kota Bekasi dan Kadisparbud Kota Bekasi,” jelasnya.
Bagi Alamsyah, kehadiran DK3B bukan hanya membawa sederet program kerja, melainkan juga membuka ruang kolaborasi bagi seluruh elemen untuk bersama-sama merumuskan arah pembangunan kebudayaan Kota Bekasi yang berakar pada identitas daerah.
Menjelang Raker perdana yang tinggal menghitung hari, optimisme itu semakin terasa. Dari secangkir kopi yang menemani obrolan sore, lahir berbagai gagasan besar yang diharapkan mampu menjadi pijakan baru bagi perjalanan seni dan budaya Kota Bekasi ke depan.
“Mohon doa dan dukungannya agar kegiatan Raker perdana DK3B ini bisa berjalan lancar dan sukses,” pungkas Alamsyah. (pede)





