JAKARTAPEDIA.co.id – Warga Jakarta yang tergabung di dalam Forum Udara Warga mendorong partisipasi masyarakat untuk mewujudkan udara bersih melalui berbagai aksi komunitas yang melengkapi kebijakan pemerintah dalam mengendalikan polusi udara.
Forum tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi warga untuk berbagi pengalaman dan praktik dalam menjaga kualitas lingkungan, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam mengatasi berbagai pencemaran udara, seperti emisi kendaraan bermotor, industri, dan aktivitas rumah tangga.
Penggerak masyarakat sekaligus penyuluh kesehatan dari Kebayoran Lama Selatan Ajie dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan forum tersebut membuka kesempatan bagi warga untuk saling belajar dari pengalaman komunitas lain dalam menghadapi persoalan lingkungan.
“Harapannya, nanti semakin banyak anak muda yang ikut terlibat,” ujar Ajie.
Salah satu agenda yang telah digelar dalam forum tersebut, yakni bertajuk “Udara Kita, Suara Kita” di Tebet Eco Park pada Minggu (21/6/2026), yang diinisiasi oleh Katadata Green bersama Breathe Cities Jakarta.
Dalam pertemuan itu, forum bersepakat menempatkan udara bersih sebagai hak kesehatan warga, bukan lagi sekadar isu lingkungan.
Forum tersebut diikuti oleh para penggerak komunitas yang selama ini aktif di kelurahan masing-masing, seperti Penjaringan, Kebayoran Lama Selatan, Kebon Kosong, serta Semper Barat.
Mereka memaparkan berbagai program nyata yang tumbuh dari kebutuhan warga, mulai dari pengelolaan bank sampah, kebun komunitas, transisi energi rumah tangga, hingga advokasi ruang terbuka hijau.
Kepala Sub-kelompok Pemantauan Kualitas Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Rahmawati menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas dukungan terhadap inisiatif warga yang telah terbukti berjalan efektif di lapangan.
“Apa yang komunitas lakukan ini bukan hanya melengkapi program pemerintah. Ini yang seharusnya menjadi fondasi kebijakan udara bersih kita ke depan,” kata Ajie seperti dilansir pada Rabu (24/6/2026).
Dalam kesempatan yang sama, forum tersebut juga meluncurkan kembali platform Jakarta Rendah Emisi atau JRE melalui situs jakartarendahemisi.id.
Kanal bersama ini dirancang agar warga, organisasi masyarakat sipil atau civil society organization (CSO), dan pemerintah daerah dapat berdiskusi, memantau, serta mendorong aksi nyata di tingkat lokal secara berkelanjutan.
Koordinator Negara Indonesia di Vital Strategies (Indonesia Country Coordinator di Vital Strategies) sekaligus perwakilan Breathe Cities Jakarta Imelda Maidir berharap agar dialog antarwarga tidak berhenti setelah forum tersebut berakhir, melainkan terus berlanjut melalui pemanfaatan JRE.
“Forum ini tidak boleh berhenti di sini. JRE adalah tempat kita melanjutkan percakapan ini setiap hari,” tutur Imelda.
Salah satu aksi nyata warga ditunjukkan oleh komunitas warga RW 004 Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, yang menghadapi paparan polusi dari aktivitas kendaraan berat di sekitar kawasan Pelabuhan Tanjung Priok serta pembakaran sampah terbuka, yang menjadi penyumbang emisi materi partikulat halus atau particulate matter (PM2.5) yang berdampak buruk pada kesehatan sistem pernapasan warga, terutama anak-anak dan lanjut usia (lansia).
Penggerak Bank Sampah Kenanga di RW 004 Nur Fiyah mengaku telah menggerakkan warga untuk mengubah pola pikir mereka, dari sekadar memilah sampah hingga menjadi gerakan mengamankan ruang hidup.
“Kami tidak hanya ingin sampah tidak dibakar. Kami ingin warga sadar kalau kita berdaya mengurangi sumber polusi, dan itu juga memberi manfaat bagi warga sendiri,” ungkap Nur.
Sejak dirintis pada 2017, Bank Sampah Kenanga kini telah memiliki lebih dari 600 nasabah aktif. Hasil tabungan sampah dapat dikonversi untuk biaya pendidikan, persalinan, serta modal usaha.
Saat ini, komunitas tersebut tengah merancang program pemanfaatan hasil bank sampah untuk mengaktivasi ruang terbuka hijau, termasuk tempat bermain anak.
Bersama pemerintah setempat, warga berhasil mengubah bekas lahan parkir kontainer menjadi taman hijau, dan kini sedang membangun waduk penunjang.
“Kami mau anak-anak kami punya tempat bermain yang layak dan udara yang bisa dihirup dengan tenang,” pungkas Nur.
Program Forum Udara Warga tersebut mendapat dukungan penuh dari Breathe Cities, yaitu inisiatif global yang diluncurkan pada 2023 untuk membantu berbagai kota di dunia, termasuk Jakarta, dalam meningkatkan kualitas udara dan kesehatan masyarakat melalui penguatan data serta peningkatan kesadaran publik. (ist/ant)
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya dengan ikuti kanal WhatsApp JAKARTAPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.





