Biro Umum Setda DKI Luncurkan Balaikota Eco Creative 2026, Pramono Anung Dorong Budaya Kelola Sampah dari Sumber

oleh -
oleh
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat upaya pengelolaan sampah berbasis sumber melalui berbagai program inovatif. Salah satunya dengan meluncurkan kompetisi Balaikota Eco Creative 2026 yang digagas Biro Umum dan Administrasi Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi DKI Jakarta. (ist)

JAKARTAPEDIA.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat upaya pengelolaan sampah berbasis sumber melalui berbagai program inovatif. Salah satunya dengan meluncurkan kompetisi Balaikota Eco Creative 2026 yang digagas Biro Umum dan Administrasi Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi DKI Jakarta.

Peluncuran program tersebut dilakukan bersamaan dengan gerakan pilah sampah dalam apel yang berlangsung di Ruang Pertemuan M.H. Thamrin, Gedung Graha Ali Sadikin, Kompleks Balaikota DKI Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan ini merupakan implementasi dari Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

Apel dipimpin Kepala Biro Umum dan Administrasi Setda Provinsi DKI Jakarta, Dr. Sony Tjahjadi, S.Sos., M.Si., serta dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi DKI Jakarta sebagai mitra pendukung, PT Kompas Gramedia Lestari, pejabat struktural, hingga Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) di lingkungan Biro Umum dan Administrasi Setda DKI Jakarta.

Kompetisi Balaikota Eco Creative 2026 mengusung tema “Dari Sampah Menjadi Karya, Dari Karya Menjadi Manfaat”. Program ini ditujukan untuk mendorong keterlibatan aktif personel PJLP dalam mengolah sampah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Ketua Panitia Balaikota Eco Creative 2026, Dr. Riezka N.B., S.Sos., M.Si., mengatakan kompetisi tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, melainkan sarana edukasi untuk membangun perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah.

“Melalui Balaikota Eco Creative 2026, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa sampah bukan semata limbah yang harus dibuang, tetapi dapat diolah menjadi karya yang bermanfaat. Program ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi sekaligus memperkuat budaya memilah sampah dari sumber di lingkungan Balaikota,” ujar Riezka.

Menurutnya, para peserta akan dibagi dalam beberapa kelompok dan ditantang mengubah sampah yang berasal dari lingkungan Kompleks Balaikota menjadi produk kreatif dengan memperhatikan aspek fungsi, estetika, serta kebermanfaatannya.

Riezka menambahkan, proses sosialisasi dan pendaftaran peserta telah dimulai sejak Juni 2026. Sementara itu, pengumpulan karya dan penilaian akhir dijadwalkan berlangsung pada 4 Juli 2026 bertepatan dengan penyelenggaraan Jakarta Eco Festival di Balaikota DKI Jakarta.

“Seluruh karya akan dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari ahli lingkungan dan praktisi daur ulang. Penilaian mencakup kreativitas dan inovasi, nilai guna produk, aspek seni dan estetika, serta ketepatan pemanfaatan bahan,” katanya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus diselesaikan melalui perubahan pola pikir masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.

“Penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan sistem pengangkutan dan pemrosesan di hilir. Kuncinya adalah bagaimana masyarakat mulai memilah dan mengurangi sampah dari sumbernya. Karena itu, saya mengapresiasi inisiatif Balaikota Eco Creative 2026 yang mengedepankan kreativitas sekaligus edukasi lingkungan,” ujar Pramono.

Menurut Pramono, program seperti Balaikota Eco Creative dapat menjadi contoh bagi perangkat daerah lainnya dalam membangun budaya ramah lingkungan di lingkungan kerja masing-masing.

“Jakarta membutuhkan gerakan kolektif dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah. Saya berharap program ini dapat menjadi pemicu lahirnya berbagai inovasi pengelolaan sampah serta memperkuat komitmen Jakarta menuju kota yang lebih bersih, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” tuturnya.

Melalui sinergi antara Biro Umum dan Administrasi Setda DKI Jakarta bersama BAZNAS Provinsi DKI Jakarta serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, Balaikota Eco Creative 2026 diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan Balaikota yang bersih, asri, serta menjadi pelopor budaya pengelolaan sampah berkelanjutan di Ibu Kota. (ig)