Jakarta Siapkan Water Hub Gratis, PAM Jaya Gunakan Teknologi Air dari Atmosfer

oleh -
oleh
Diskusi Balkoters Talk bertajuk ‘Implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 6 Menuju Jakarta Kota Global’ menghadirkan Direktur Utama PT PAM Jaya (Perseroda) Arief Nasrudin yang digelar di Pressroom Balai Kota DKI, Rabu (11/3/2026). (indra gandhi)

“Tapi insyaallah mudah-mudahan gampang tidak membebani APBD, semuanya kerja sama berbasis KPBU atau Public Private Partnership,” pungkasnya.

Di sisi lain, peningkatan layanan air bersih terus dilakukan oleh PAM Jaya, dan hingga kini cakupan layanan air perpipaan di Jakarta telah mencapai lebih dari 80,24 persen.

Cakupan layanan itu memiliki panjang pipa 12.835,21 km dengan jumlah pelanggan 1.178.022 dan air terdistribusi mencapai 22.583 LPS.

Berdasarkan data yang dia punya, 92 persen sumber air baku berasal dari luar Jakarta yaitu Waduk Jatiluhur di Purwakarta, sedangkan sisanya delapan persen dari Jakarta.

Kemudian untuk sumber air olahan sebesar 88 persen dari luar Jakarta dan 12 persen air olahan dari Jakarta.

Sementara itu Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike, menegaskan komitmen lembaganya untuk mengawal pembangunan jaringan air perpipaan di Ibu Kota hingga seluruh warga Jakarta mendapatkan layanan air bersih.

Menurut dia, DPRD berkomitmen memastikan alokasi anggaran pembangunan jaringan air benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

“DPRD sangat berkomitmen untuk memastikan alokasi anggaran itu betul-betul untuk realisasi belanja yang tepat sasaran dan untuk kepentingan masyarakat DKI Jakarta,” ujar Yuke.

Menurutnya, DPRD juga terus melakukan pengawasan terhadap berbagai program pembangunan jaringan air perpipaan agar cakupan layanan dapat menjangkau wilayah yang selama ini belum terlayani.

“Jadi apa yang diberikan oleh DPRD, ya itu memastikan semua program-program khususnya terkait pipanisasi yang sudah dianggarkan ini cakupannya sampai ke seluruh yang tidak terjangkau selama ini,” katanya.

Yuke menegaskan, layanan air bersih harus berpihak kepada masyarakat kecil yang selama ini masih kesulitan mendapatkan akses air layak.

“Kami harus memastikan bahwa ini berpihak kepada masyarakat kecil, yang selama ini mungkin terabaikan, tidak hanya untuk yang industri-industri atau untuk yang besar-besar saja,” ujarnya.