Jakarta Siapkan Water Hub Gratis, PAM Jaya Gunakan Teknologi Air dari Atmosfer

oleh -
Diskusi Balkoters Talk bertajuk ‘Implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 6 Menuju Jakarta Kota Global’ menghadirkan Direktur Utama PT PAM Jaya (Perseroda) Arief Nasrudin yang digelar di Pressroom Balai Kota DKI, Rabu (11/3/2026). (indra gandhi)

“Sekarang ini kita lagi sudah pesan dan sudah engage gitu ya, kurang lebih nanti dalam… mungkin tahun ini semuanya sudah akan segera jadi. Mungkin dalam 3-4 bulan nanti akan show gitu ya ke Pak Gubernur,” ungkapnya.

Selain mengembangkan teknologi baru untuk sumber air, PAM Jaya juga berupaya menekan kebocoran jaringan pipa melalui inovasi teknologi penambalan pipa dari dalam menggunakan gel khusus.

Teknologi tersebut memungkinkan kebocoran pipa diperbaiki tanpa harus membongkar jalan.

Arief menjelaskan prosesnya dimulai dengan mengosongkan pipa, kemudian memasukkan gel yang akan menutup lubang kebocoran di dalam jaringan.

“Itu dia kosongin dulu pipa, dia vakumisasi, dan kemudian masuk gel, dia dorong gitu ya, dia pakai ada yang namanya apa, bulat gitu peluru. Itu dia langsung ini gel-nya nutup, kemudian direkat sama ininya apa pendorongnya, airnya di belakangnya udah ngikut langsung dan itu langsung kering,” katanya.

Namun teknologi tersebut hanya dapat digunakan untuk menutup kebocoran berukuran kecil. Jika kerusakan pipa terlalu besar, perbaikan tetap harus dilakukan dengan pembongkaran.

“Karena ini gel ini kita memang buat lubang-lubang, yang lubang-lubang yang diameternya masih dalam skala yang cukup, ya udah kita masih bisa tambal jadi kami nggak perlu bongkar,” jelasnya.

Di sisi lain, PAM Jaya juga tengah menyiapkan program besar untuk menurunkan tingkat kehilangan air melalui program Non-Revenue Water (NRW).

Program tersebut akan dilakukan melalui penggantian dan rehabilitasi jaringan pipa air yang ada di Jakarta.

“Walaupun di tahun ini juga kita akan launching namanya program project NRW. Penggantian, rehabilitasi pipa yang ada di Jakarta yang sepanjang mungkin kurang lebih akan mencapai 80 persen, itu sekitar kurang lebih 7.000 sampai 8.000 kilometer,” ujarnya.

Arief menambahkan proyek tersebut akan dilaksanakan melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha agar tidak membebani anggaran daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *