Arief menambahkan fasilitas tersebut akan dilengkapi berbagai teknologi pengolahan air, termasuk water purifier dan teknologi pengolahan air dari atmosfer.
Saat ini pembangunan fasilitas tersebut masih dalam tahap persiapan dan diharapkan dapat dimulai dalam waktu dekat.
“Nah itu nanti di Sudirman-Thamrin, ini lagi diproses, mudah-mudahan tahun ini semuanya bisa jalan. Mudah-mudahan di pertengahan tahun ini kami bisa groundbreak,” tuturnya.
Arief menjelaskan teknologi penangkap air dari atmosfer sebenarnya memiliki prinsip kerja yang tidak jauh berbeda dengan proses kondensasi pada pendingin udara atau air conditioner.
“Bapak Ibu tahu AC ya, aircon. Kalau aircon ini dia pakai kondensasi prosesnya. Keluar air kan? Padahal nggak ada air kan? Tapi jadi keluar air karena kondensasi, tapi kalau ini, ini nangkap atmosfer,” imbuhnya.
Teknologi serupa, kata dia, juga telah digunakan di sejumlah negara yang mengalami keterbatasan sumber air seperti di negara Afrika.
“Dan ini di Afrika, orang Swiss-nya bilangitu dibuat skala besar, karena mereka sumber airnya susah. Akhirnya dijadikan sebagai salah satu sumber air untuk dibuat pipanisasi,” ujarnya.
Selain instalasi permanen, PAM Jaya juga menyiapkan teknologi serupa dalam bentuk kendaraan mobile yang dapat digunakan saat terjadi kondisi darurat.
Truk tersebut dapat langsung menghasilkan air minum dengan menangkap air dari atmosfer di lokasi bencana.
“Nanti kami punya truck mobile atmosphere dan yang itu nanti kami taruh di tempat yang memang dalam kondisi emergency, itu bisa langsung menangkap air dan kemudian airnya bisa diminum,” paparnya.
Arief menambahkan kendaraan tersebut saat ini sedang dalam proses pengadaan dan diharapkan dapat diperkenalkan kepada publik dalam waktu dekat.







