JAKARTAPEDIA.co.id – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta meminta warga mewaspadai takjil berwarna mencolok untuk mencegah mengonsumsi makanan yang mengandung zat berbahaya.
“Jadi kalau misalkan takjilnya itu berwarna, itu pilih warnanya yang jangan mencolok,” kata Ketua Tim Informasi dan Komunikasi BBPOM DKI Jakarta, Evi Citraprianti seperti dilansir pada Kamis (5/3/2026).
Evi mengatakan warna yang mencolok pada makanan maupun minuman dikhawatirkan mengandung penambahan zat berwarna tekstil yang harus dihindari.
Kemudian, dia juga menyebutkan makanan seperti kerupuk maupun gorengan yang bisa diketahui mengandung zat berbahaya. “Jadi kalau ini kita coba rasanya, kalau kerupuk terasa getir itu berarti kemungkinan adanya penambahan boraks,” ucapnya.
Adapun cara mengetahui tahu yang mengandung formalin yakni teksturnya yang keras. “Ciri-cirinya kalau tahunya keras itu berarti kemungkinan ada penambahan formalin,” ucapnya.
Oleh karena itu, Evi berharap warga bisa mewaspadai takjil yang mengandung zat berbahaya dengan mengamati warna maupun tekstur makanan yang dijual di pasar takjil.
Pengawasan makanan di pasar takjil diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya mengonsumsi makanan sehat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan mengerahkan satuan tugas (satgas) untuk mengawasi keamanan pangan selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah.
Satgas tersebut merupakan gabungan dari unsur Suku Dinas Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), Suku Dinas Kesehatan, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), bagian perekonomian wilayah setempat dan anggota BPOM.
Pembentukan satgas itu bertujuan memastikan seluruh pangan olahan di wilayah Jakarta Selatan bebas dari zat berbahaya, seperti formalin, pewarna tekstil, dan zat aditif lainnya. (ra/ist)






