JAKARTAPEDIA.co.id – Jakarta Business Competition (JBC) 2026 resmi hadir sebagai ajang kompetisi bisnis tingkat pelajar yang mengusung konsep inklusif dan berdampak luas. Meski menggunakan nama “Jakarta”, kegiatan ini berskala nasional dengan melibatkan siswa SMA/SMK/sederajat dari berbagai daerah, baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa seperti Bali dan Palembang.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Indonesia Banking School melalui Kementerian Kajian dan Aksi Strategis ini mengangkat tema Cultural-Based Sociopreneurship: Revitalizing Heritage to Drive Economic and Social Impact.
Tema tersebut menitikberatkan pada pentingnya integrasi nilai budaya dalam pengembangan model bisnis, sebagai upaya menghadapi tantangan globalisasi yang berpotensi menggerus budaya lokal.
Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti serangkaian tahapan kompetisi, mulai dari penyusunan Business Model Canvas, pengembangan ide usaha, hingga presentasi di hadapan dewan juri profesional.
Selain itu, panitia juga menggelar lomba esai yang menjadi wadah bagi peserta untuk menyampaikan gagasan kritis dan solusi terhadap berbagai isu bisnis kontemporer.
Melalui rangkaian tersebut, para peserta didorong untuk mengasah kemampuan kreativitas, analisis, serta strategi bisnis yang berorientasi pada dampak sosial. Beragam ide inovatif pun muncul, mulai dari pengembangan produk berbasis kearifan lokal, digitalisasi budaya, hingga model pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan bisnis sosial.
Sebagai puncak kegiatan, JBC 2026 menghadirkan seminar inspiratif yang menghadirkan Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono.
Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan pandangan terkait penguatan kewirausahaan berbasis budaya sebagai salah satu pilar ekonomi masa depan.
Lebih dari sekadar kompetisi, JBC 2026 diharapkan menjadi ruang pembelajaran komprehensif bagi generasi muda dalam mengembangkan kepemimpinan, kreativitas, serta kepedulian terhadap pelestarian budaya. Melalui tagline “Preserving Heritage, Creating Opportunities”, kegiatan ini menargetkan lahirnya wirausahawan muda yang inovatif, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata di tingkat nasional maupun global. (ra)





