JAKARTAPEDIA.co.id – Gemerlap cahaya dan ragam ekspresi budaya menyatu di jantung ibu kota saat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka rangkaian Festival Imlek Jakarta 2026.
Dari kawasan Bundaran HI, Jumat malam, perayaan Tahun Baru Imlek dihadirkan sebagai ruang temu lintas budaya—menghadirkan pertunjukan seni, instalasi cahaya, dan semangat kebersamaan yang terasa hangat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menuturkan, Imlek tahun ini dirayakan dengan nilai keberuntungan, kenyamanan, keamanan, dan kebahagiaan.
Lebih dari sekadar pesta cahaya, festival ini menjadi komitmen pemerintah untuk merawat harmoni dalam keberagaman.
“Tahun Kuda Api adalah simbol keberanian dan pembaruan. Mudah-mudahan Jakarta menjadi lebih baik—tetap nyaman, aman, dan membahagiakan warganya,” ujarnya.
Nada yang sama ditegaskan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Menurutnya, arah pembangunan Jakarta ke depan menempatkan manusia dan kebudayaan sebagai pusat.
“Membangun kota global bukan semata fisik. Kebahagiaan manusia adalah fondasinya. Kekuatan Jakarta ada pada budaya—seperti malam ini,” tuturnya.
Pembukaan festival berlangsung meriah. Musik komunitas mengalun, instalasi cahaya memantul di sudut-sudut kota, dan antusiasme publik menyatu dalam Jakarta Light Festival 2026.
Atraksi LED drone dan visual tematik dapat dinikmati hingga 16 Februari 2026, termasuk Ensemble Simfoni Imlek Jakarta yang tampil di depan Plaza Indonesia.
Rangkaian Imlek Jakarta 2026 juga diisi Lomba Dekorasi Imlek (13–17 Februari) yang melibatkan 98 gedung di Jakarta.
Festival Pecinan Jakarta hadir pada 15–17 Februari di Taman Mini Indonesia Indah, sementara Harmoni Jakarta berkolaborasi dengan Jakarta City Branding digelar di Blok M Hub pada tanggal yang sama.
Kolaborasi dengan pemerintah pusat menghadirkan Semarak Imlek Nasional lewat video mapping di Monumen Nasional. Tak ketinggalan, Jakarta Light Festival Chinese New Year Edition menyinari Kota Tua Jakarta pada 16–17 Februari, disusul Festival Kelenteng Jakarta yang melibatkan seluruh kelenteng di ibu kota.
Rangkaian perayaan ditutup dengan Cap Go Meh pada 3 Maret 2026 di Pecinan Glodok—menjadi penanda akhir sekaligus penguat pesan kebersamaan.
Pemprov DKI mengajak seluruh warga untuk hadir, merayakan, dan berbagi cerita melalui media sosial dengan tagar #ImlekJakarta2026. Sebab, di balik cahaya dan denting musik, Imlek Jakarta adalah tentang merawat kebahagiaan bersama. (ist/jek)





