Rusun Jadi Rumah Baru, Warga Eks TPU Kebon Nanas Raih Hidup Lebih Manusiawi

oleh -
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Melakukan Penyerahan Kunci Rusunawa Pulogebang Kepada Warga Relokasi TPU Cipinang Besar, Senin (12/1/2026). (ig/ist)

JAKARTAPEDIA.co.id – Senyum lega kini terpancar dari wajah warga yang selama bertahun-tahun bermukim di kawasan TPU Kebon Nanas, Jakarta Timur. Setelah melalui proses panjang relokasi, mereka akhirnya menempati hunian yang lebih layak dan manusiawi di Rusunawa Pulo Gebang.

Sebanyak 73 dari total 103 kepala keluarga (KK) memilih pindah ke rumah susun sebagai bagian dari program relokasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sementara itu, 30 KK lainnya memutuskan untuk mencari tempat tinggal secara mandiri.

“Kurang lebih ada 103 KK. Dari jumlah itu, 73 keluarga bersedia dipindahkan ke rumah susun, sedangkan 30 keluarga memilih mencari tempat tinggal sendiri,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat penyerahan dan pelepasan kunci Rusunawa Pulo Gebang, Senin (12/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Pramono menegaskan bahwa warga tetap dikenakan biaya sewa selama menempati rusunawa. Namun, pemerintah memberikan sejumlah keringanan bagi warga dengan kondisi tertentu. “Enam bulan gratis. Untuk lansia, gratis seumur hidup,” kata Pramono.

Kebijakan tersebut sengaja diberikan untuk membantu warga beradaptasi dengan lingkungan baru.

Menurut Pramono, perpindahan tempat tinggal tidak hanya soal bangunan, tetapi juga menyangkut penyesuaian terhadap pekerjaan dan kehidupan sehari-hari yang selama ini dijalani.

Rusunawa Pulo Gebang sendiri dilengkapi beragam fasilitas penunjang, mulai dari taman bermain anak, jogging track, masjid, hingga lapangan futsal. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan layak huni.

Bagi warga, relokasi ini bukan sekadar pindah tempat tinggal, tetapi juga memulihkan martabat mereka. “Harapannya tentu ingin kehidupan yang lebih baik, Pak. Selama ini kami dicap jelek karena tinggal di lahan TPU. Dengan pindah ke rumah susun, semoga kami bisa hidup lebih manusiawi,” ungkap salah satu warga kepada Gubernur Pramono.

Relokasi warga dari TPU Kebon Nanas menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi keterbatasan lahan pemakaman di ibu kota.

Kawasan TPU yang sebelumnya ditempati warga kini dapat difungsikan kembali sesuai peruntukannya.

“TPU tersebut selama ini ditempati di area dengan kurang lebih 3.000 makam. Setelah direlokasi, nantinya bisa menampung sekitar 1.000 makam baru,” jelas Pramono.

Ia mengakui, proses adaptasi menjadi tantangan tersendiri bagi warga yang direlokasi. Karena itu, Pramono meminta seluruh pemangku kepentingan terkait untuk aktif mendampingi warga agar proses transisi berjalan lancar.

“Saya minta kepada jajaran, terutama Dinas Sosial, wali kota setempat, dan Dinas Perumahan, untuk membantu pendidikan anak-anak serta mata pencaharian warga,” tutupnya. (ig)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *