Uus Kuswanto Resmi Menjabat Sekda DKI, Babak Baru Birokrasi Jakarta Dimulai

oleh -
Gubernur DKI Jakarta Pramono Lantik Uus Kuswanto Jadi Sekda DKI Jakarta. (ist)

JAKARTAPEDIA.co.id – Di bawah langit Senin pagi yang cerah di Balai Kota DKI Jakarta, suasana tampak lebih khidmat dari biasanya. Ruang pelantikan dipenuhi para pejabat, undangan, dan jajaran ASN yang menjadi saksi momen penting: Uus Kuswanto resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta.

Pelantikan itu dipimpin langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 184/TPA Tahun 2025.

Dengan ini, Uus menggantikan posisi Marullah Matali, yang sebelumnya mengemban tugas Sekda.

“Hari ini saya melantik Sekda DKI Jakarta, Bapak Uus Kuswanto, menggantikan Bapak Marullah Matali,” ujar Pramono, membuka sambutannya dengan nada tegas namun penuh apresiasi.

Amanah Baru, Harapan Besar

Dalam sambutannya, Pramono tidak hanya berbicara soal jabatan. Ia menegaskan arah besar pembangunan Jakarta ke depan: kota global, pusat ekonomi nasional, sekaligus wilayah yang menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh warganya.

Ia menyebut, pelantikan ini merupakan bagian dari komitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang adaptif dan profesional.

“Jabatan ini harus dijalankan dengan dedikasi dan tanggung jawab, demi percepatan tujuan pembangunan,” ungkapnya.

Prinsip meritokrasi menjadi pesan yang berulang ditegaskan. Menurut Pramono, seluruh jabatan strategis di Pemprov DKI harus diisi orang-orang terbaik—berintegritas, berkomitmen, dan memahami pelayanan publik sebagai amanah, bukan sekadar tugas.

Transisi Menuju Pemerintahan yang Digital, Cepat, dan Efisien

Sebagai Sekda baru, Uus dihadapkan pada tantangan besar. Salah satunya adalah mempercepat transformasi digital—bagian penting dalam reformasi layanan pemerintah.

Penguatan integrasi data, penyederhanaan birokrasi, hingga percepatan layanan publik disebut sebagai agenda utama yang harus diprioritaskan.

“Pastikan birokrasi tetap efektif, transparan, responsif, dan selaras dengan aspirasi masyarakat,” pesan Pramono.

Arah ini diharapkan dapat menciptakan Jakarta yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga dalam kualitas layanan dan tata kelolanya.

Pengabdian Panjang dan Tongkat Estafet

Di sesi yang sama, Pramono menyampaikan apresiasi mendalam kepada Marullah Matali atas dua dekade lebih pengabdiannya. “Semoga semangat pengabdian beliau menjadi inspirasi bagi ASN lain,” ucapnya.

Uus Kuswanto bukan sosok baru di Jakarta. Lulusan IPDN tahun 1995 itu telah mengisi berbagai peran strategis, mulai dari Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Barat hingga menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Barat sebelum akhirnya menjadi Sekda.

Karier panjangnya menunjukkan satu hal: ia tumbuh di birokrasi Jakarta, memahami denyutnya, dan kini—memegang peran sentral dalam menentukan arah masa depannya.

Jakarta Melangkah ke Babak Baru

Pelantikan ini bukan sekadar perubahan nama jabatan. Bagi Jakarta, ini momentum. Momentum untuk menata ulang arah pembangunan, mempercepat respons pemerintah, dan memperkuat budaya pelayanan publik yang lebih modern.

Di akhir prosesi, suasana ruangan terasa penuh optimisme.
Tugas besar kini berada di tangan Uus—mewujudkan Jakarta yang bukan hanya megapolitan, tetapi juga kota yang lebih manusiawi, melayani, dan siap bersaing di panggung dunia. (ig)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *