Gubernur Pramono Buka Peluang Gelar Event Resmi Sepatu Roda di Sudirman–Thamrin Usai Aksi Viral Tanpa APD

oleh -
Gubernur Jakarta Pramono Anung. (ist)

JAKARTAPEDIA.co.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo membuka peluang digelarnya kegiatan resmi olahraga sepatu roda di kawasan Sudirman–Thamrin. Rencana tersebut muncul setelah viralnya video sejumlah pesepatu roda yang bermain di tengah jalan raya tanpa alat pelindung diri dan tanpa koordinasi dengan aparat, sehingga memicu perhatian publik.

Pramono menegaskan bahwa olahraga apa pun yang dilakukan di ruang publik harus memenuhi aspek keselamatan dan ketertiban.

Ia menyebut sudah berdiskusi dengan Persatuan Olahraga Sepatu Roda Indonesia untuk merumuskan solusi yang sekaligus dapat mengakomodasi minat masyarakat terhadap olahraga tersebut.

“Kalau olahraga seperti ini seyogyanya pakai alat pelindung diri. Saya tadi sudah diskusi dengan Ketua Persatuan Sepatu Roda. Kalau perlu diadakan secara resmi di Sudirman–Thamrin,” kata Pramono pada Minggu (16/11/2025).

Event Resmi untuk Tata Kelola yang Lebih Baik

Menurut Pramono, penyelenggaraan event resmi akan memungkinkan pemerintah mengatur rute, keamanan, hingga mekanisme pelaksanaan sehingga aktivitas olahraga dapat berlangsung tertib tanpa mengganggu arus lalu lintas maupun membahayakan pengguna jalan lainnya.

“Dengan event resmi, semua bisa diatur. Keamanan dipastikan, jalurnya jelas, waktunya jelas. Jadi secara prinsip saya akan mendorong, tetapi tetap jangan kemudian nggak pakai alat pelindung diri dan juga tidak dikoordinasikan dengan aparat keamanan ataupun polisi setempat,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa sejumlah kota besar dunia telah menjadikan sepatu roda sebagai bagian dari agenda publik resmi. Salah satu contoh yang ia sampaikan adalah New York, yang rutin menggelar kegiatan skating massal beberapa hari sebelum penyelenggaraan maraton kota.

“Kota-kota besar sudah lebih dulu menjadikan kegiatan seperti ini sebagai event publik yang teratur. Kita bisa belajar dari sana,” tambahnya.

Jakarta Didorong Jadi Kota Ramah Olahraga

Pramono menegaskan bahwa Jakarta harus menjadi kota yang inklusif dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk berolahraga dengan aman dan nyaman.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menurutnya, terus mendorong hadirnya fasilitas dan agenda olahraga yang lebih terstruktur.

“Jakarta harus bisa menjadi kota yang ramah olahraga. Kegiatan seperti ini kalau dikelola dengan baik justru bisa menjadi ruang positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Respons atas Aksi Viral di Jalan Umum

Wacana penyelenggaraan event resmi ini mencuat setelah sebelumnya Pramono merespons aksi pesepatu roda yang berlatih di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, yang viral di media sosial. Aksi itu menuai kritik karena dilakukan di jalur kendaraan umum tanpa alat pelindung diri dan tanpa pengamanan.

Pramono menegaskan bahwa penggunaan sepatu roda di jalan umum tidak diperbolehkan demi alasan keselamatan. “Nggak boleh sepatu roda atau apa pun melakukan aktivitas atau kegiatan di jalan terbuka seperti itu,” tegasnya.

Ia menambahkan, aktivitas olahraga yang dilakukan tanpa koordinasi dapat membahayakan baik pelakunya maupun pengguna jalan lainnya, terutama di jalur protokol seperti Sudirman–Thamrin.

Pemprov Siapkan Aturan Tambahan

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disebut sedang mengkaji penataan lebih detail terkait pemanfaatan ruang publik untuk kegiatan olahraga, termasuk kemungkinan penetapan waktu khusus seperti car free day (CFD) tematik atau event tertentu yang bersifat terjadwal.

Pramono memastikan pemerintah akan melibatkan komunitas, asosiasi olahraga, hingga pihak kepolisian untuk merumuskan skema pelaksanaan agar kegiatan sepatu roda bisa berlangsung aman, menarik, dan ramah bagi seluruh warga. (ist/ig)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *