Pramono Anung Dorong Kota Tua dan Kepulauan Seribu Jadi Poros Wisata Masa Depan Jakarta

oleh -
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (ist)

JAKARTAPEDIA.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan arah pengembangan pariwisata ibu kota akan difokuskan pada kawasan Kota Tua Jakarta dan Kepulauan Seribu sebagai destinasi unggulan di masa mendatang.

Menurutnya, kedua kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi magnet wisata, baik bagi wisatawan mancanegara maupun domestik.

Selain menawarkan nilai historis, kawasan tersebut juga dinilai mampu memberikan pengalaman wisata yang berbeda di tengah hiruk pikuk kota metropolitan.

Ia menjelaskan, di wilayah Kepulauan Seribu terdapat sejumlah situs bersejarah peninggalan kolonial Belanda yang masih terjaga, seperti di Pulau Onrust, Cipir, dan Kelor. Keberadaan cagar budaya ini dinilai menjadi daya tarik penting yang perlu terus dirawat dan dikembangkan.

“Pelestarian kawasan heritage, termasuk di Kota Tua dan pulau-pulau bersejarah, menjadi kunci karena di situlah daya tarik utama wisata Jakarta ke depan,” ujar Pramono dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Pramono juga mencatat adanya tren peningkatan kunjungan wisatawan ke Jakarta dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut, kini Jakarta tidak hanya dipandang sebagai kota bisnis, tetapi juga mulai dilirik sebagai destinasi wisata.

Fenomena ini terlihat dari pola perjalanan wisatawan, khususnya dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Banyak wisatawan yang memanfaatkan Jakarta sebagai pintu masuk sebelum melanjutkan perjalanan, termasuk menjajal kereta cepat Whoosh menuju Bandung, lalu kembali ke Jakarta untuk berbelanja dan menikmati berbagai aktivitas perkotaan.

Aktivitas wisata yang beragam, mulai dari berbelanja di pusat perbelanjaan hingga mengikuti agenda rutin seperti Car Free Day, turut memperkuat daya tarik ibu kota sebagai destinasi singgah.

Lebih lanjut, ia menilai peningkatan jumlah kunjungan wisatawan juga didukung oleh integrasi moda transportasi yang semakin baik di Jakarta. Hal ini turut berdampak pada meningkatnya jumlah penerbangan menuju ibu kota.

“Peningkatan konektivitas transportasi menjadi faktor penting yang mendorong kenaikan jumlah kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan asing,” pungkasnya. (ig)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *