JAKARTAPEDIA.co.id – Seorang dokter anak dan direktur medis ruang perawatan bayi baru lahir di Rumah Sakit Anak Stony Brook, New York, Dr. Candice Foy mengatakan vitamin K memainkan peran penting dalam tubuh terutama untuk bayi baru lahir untuk mencegah pendarahan di enam bulan pertama.
Seperti dilansir dari siaran New York Post pada Senin (11/5/2026), bayi dilahirkan dengan jumlah faktor pembekuan darah yang terbatas dan habis dengan cukup cepat, sehingga pencegahan dengan suntikan vitamin K berperan penting untuk menghindari defisiensi vitamin K.
“Vitamin K membantu mereka memproduksi lebih banyak faktor pembekuan darah untuk membantu mencegah pendarahan hebat,” kata Foy kepada The Post.
Ia mengatakan, bayi baru lahir belum banyak memiliki cadangan vitamin K saat lahir karena vitamin ini tidak mudah ditransfer dari ibu ke janin melalui plasenta atau ASI, yang hanya mengandung sedikit vitamin K.
Bayi mulai mendapatkan lebih banyak vitamin K ketika memasuki usia enam bulan saat mulai mengonsumsi MPASI melalui bubur dengan sayuran hijau seperti bayam.
Namun antara tahun 2017 dan 2024, para peneliti dari National Institutes of Health menemukan bahwa hampir 200.000 bayi baru lahir di Amerika tidak menerima suntikan vitamin K saat lahir, baik karena informasi medis yang salah bahwa suntikan vitamin tersebut adalah vaksin atau karena meningkatnya ketidakpercayaan terhadap sistem perawatan kesehatan.
Ada juga kekhawatiran bahwa suntikan vitamin tersebut dapat dikaitkan dengan kanker. Namun, beberapa penelitian telah menunjukkan tidak ada hubungan antara keduanya.
Menurut American Academy of Pediatrics, suntikan vitamin K telah direkomendasikan untuk semua bayi baru lahir segera setelah kelahiran sejak tahun 1961 dan yang tidak mendapatkan vaksin memiliki kemungkinan 81 kali lebih besar terkena defisiensi vitamin K di enam bulan pertama.
Suntikan vitamin K memungkinkan bayi terhindar dari gejala pendarahan hebat di otak dan usus, memar yang tidak dapat dijelaskan, kejang, muntah darah, darah dalam tinja, kerusakan otak, dan bahkan kematian yang sebagian besar kasus biasanya tidak ada tanda-tanda peringatan. “Apa yang terjadi pada bayi-bayi ini sebenarnya dapat dicegah,” kata Foy.
Orang tua disarankan memastikan bayi mereka menerima vitamin K, tetes mata antibiotik, serta vaksin hepatitis B sebelum meninggalkan rumah sakit.
Meski saat ini Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) tidak lagi mewajibkan tetes mata dan vaksin tersebut bagi semua bayi baru lahir. (ist/ant)





