SUKABUMI, JAWA BARAT (JAKARTAPEDIA.id) – Dalam rangka melestarikan Kebudayaan Jawa Barat di Bumi Padjajaran, diharapkan dengan kegiatan dapat diterapkan bagi Siswa-siswi sejak di Sekolah Dasar, sehingga Bahasa Sunda tidak dilupakan dan tetap Lestari di Bumi Pasundan.
Adapun sebanyak 6 cabang mata lomba didominasi Kebudayaan Jawa Barat ( Sunda-Red ), yakni Aksara Sunda, Pupuh, Ngadongeng, Maca Sajak, Carpon ( Carita Pondok ) dan Bimantara dengan diikuti oleh Murid, mulai dari kelas 1-X1
Pelaksanaan kegiatan Pasanggiri Pestival Bahasa ” IBU ” 2021, bertujuan guna melestarikan Kebudayaan Jawa Barat yang merupakan warisan nenek moyang terdahulu, agar tetap menjadi kebanggaan orang Sunda, sehingga Bahasa Ibu terus lestari dibumi Padjajaran.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua K3S serta Jajaran Kepsek, para Guru Tutor, Siswa/i, Wakil PGRI dan Sekretaris dan pihak terkait lainnya.
Acara berlangsung aman dan kondusif, hingga pengumuman para Juara bagi Murid di Sekolah masing-masing.
Sementara itu Ketua PGRI cabang Kabandungan, Yusa Sumarna S.Pd, MM dengan didampingi, Sekretaris Iwan Juandi, S.Pd, K3S Nana Ruhiana, S.Pd,MM serta Bendahara, Lili Pu,aidi, S.Pd dan Wakil PGRI, H Suherman, S.Pd, MM, menyampaikan harapan dari kegiatan tersebut, kedepan para siswa bisa menyerap dan tetap menggunakan bahasa ” IBU “, baik di lingkungan maupun di luar sekolah.
“Sebab hal ini sebagai ciri khas Orang Jawa Barat, sehingga mereka bisa menjadi pemuda milenial, namun tak melupakan Kebudayaan Warisan, yakni Bahasa Sunda Bumi Padjajaran,” tandasnya.
Hal senada disampaikan, Nana Ruhiana selaku Ketua K3S dengan mengucapkan terimakasih kepada semua pihak guru tutorial dan para Kepsek yang sudah mensukseskan kegiatan Pasanggiri di Jajaran Pendidikan Kecamatan Kabandungan.
“Ini merupakan kesempatan yang bagus bagi murid mulai tingkat Sekolah Dasar, sudah diterapkan Bahasa Ibu dan INSHA ALLOH, setelah dilaksanakan, mereka bisa menerapkan ilmunya dan melaksanakan dengan baik,” pungkasnya. (suleman )

