Peserta Try Out KJP di Jakarta Timur Melonjak Jadi 2.236 Siswa

oleh -
Walikota Jakarta Timur, Munjirin. (ig)

JAKARTAPEDIA.co.id – Pemerintah Kota Jakarta Timur mencatat lonjakan jumlah peserta pada pelaksanaan Try Out Kartu Jakarta Pintar (KJP) gelombang kedua yang digelar Selasa (18/11/2025). Total 2.236 siswa mengikuti kegiatan yang berlangsung di sejumlah sekolah, termasuk SMAN 62 Jakarta.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan peningkatan peserta cukup signifikan dibanding gelombang pertama yang hanya diikuti 441 siswa.

“Alhamdulillah, hari ini try out KJP gelombang kedua berjalan lancar dengan peserta sebanyak 2.236 siswa,” ujarnya saat meninjau kegiatan di SMAN 62 Jakarta pada Selasa (18/11/2025).

Munjirin mengakui sempat terjadi gangguan jaringan pada pagi hari. Namun, kendala teknis itu segera diatasi sehingga seluruh proses try out kembali berjalan normal. Pelaksanaan teknis kegiatan melibatkan lembaga bimbingan belajar NAIJU.

Saat meninjau beberapa ruang kelas, Munjirin berdialog dengan para peserta. Ia menyebut sebagian besar siswa merasa terbantu dan berharap try out dapat digelar lebih sering. “Siswa antusias dan bahkan meminta agar frekuensinya ditambah,” kata Munjirin.

Menurutnya, pemerintah memang telah menyiapkan rangkaian try out yang berlangsung lebih dari satu kali. Total kegiatan direncanakan digelar 4–5 kali hingga menjelang masa seleksi masuk perguruan tinggi.

“Hari ini satu hari pelaksanaan, tetapi rangkaiannya berlanjut hingga Februari,” tuturnya.

Pemkot Jakarta Timur menargetkan seluruh penerima KJP dan siswa SMA negeri memiliki kesiapan akademik yang lebih merata untuk menghadapi seleksi perguruan tinggi.

Pelaksana teknis dari NAIJU, Taufik Tope Rendusara, mengatakan try out ini membuka akses yang selama ini sulit dijangkau oleh siswa penerima KJP.

“Banyak siswa berpotensi, tetapi tidak punya akses latihan soal seperti peserta bimbel berbayar. Melalui try out, mereka bisa mengetahui posisi awal, kelemahan, serta strategi belajar yang perlu diperbaiki,” jelasnya.

Sementara itu, aktivis pendamping warga miskin kota, Iswadi, menilai kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberi manfaat besar bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

“Selama ini banyak anak ingin ikut bimbel atau try out, tetapi biayanya tidak terjangkau. Dengan program ini, mereka memperoleh kesempatan yang sama,” ujarnya.

Ia menambahkan, manfaat terbesar program ini bukan hanya pada latihan soal, melainkan juga tumbuhnya rasa percaya diri bahwa peluang masuk perguruan tinggi negeri tetap terbuka bagi semua kalangan.

Program Try Out KJP diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada 21 Oktober 2025. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung dalam lima periode, mulai Oktober 2025 hingga Februari 2026, dengan total peserta 3.304 siswa dari 40 SMA negeri, termasuk sekolah pilot project. Pada tahap pertama, tercatat 472 siswa dari enam sekolah telah mengikuti try out. (ig/ist)

“Dibuka Kesempatan Bergabung Menjadi Wartawan Biro Jakarta Timur, Jika Berminat Silahkan WA ke 0877-6460-1861”