Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi di Aceh Tenggara Tanpa Informasi Volume Tuai Kritikan

oleh -
Proyek peningkatan jaringan irigasi D.I, di Desa Menembak Juhar, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara, menerima kritikan dari masyarakat, pada Kamis (30/1/2025). (ist)

JAKARTAPEDIA.co.id | ACEH TENGGARA – Proyek peningkatan jaringan irigasi D.I, di Desa Menembak Juhar, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara, menerima kritikan dari masyarakat, pada Kamis (30/1/2025).

Pasalnya, proyek yang dikerjakan oleh pihak CV. Karya Nia Hujair ini diduga tidak memaparkan panjang dan tinggi volume pekerjaannya.

“Kok tidak ada terpasang panjang dan tinggi proyek yang bersumber dari dana APBK-DOKA tersebut,” kritik Ketua LSM Tipikor Jupri Yadi R kepada wartawan JAKARTAPEDIA.co.id.

Dia menerangkan, saat melakukan investasi ke lapangan, pihaknya menduga ada kekurangan pada plang pengumuman proyek tersebut, dan menimbulkan kecurigaan publik jika proyek itu kurang keterangan soal volume.

“Jika benar kekurangan informasi soal volume, sungguh sangat disayangkan jika uang daerah itu dipermainkan, mengingat Kabupaten Aceh Tenggara sedang mengalami defisit anggaran,” sebut Jupri.

Jupri juga membeberkan, di lain sisi, pekerja proyek itu diduga tidak diketahui oleh pemerintah desa setempat, karena dikerjakan oleh warga luar, bukan dari warga setempat.

“Seharusnya, jika ada proyek yang menjadi pertanyaan publik, pihak aparat penegak hukum juga harus melakukan cek kroscek di lapangan. Sehingga tidak menimbulkan asumsi masyarakat bahwa penegak hukum juga sudah diberikan “pelicin”, timpal warga setempat yang enggan ditulis namanya.

“Dengan nilai kontrak sebesar Rp 958. 637.000,-, jika disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, jumlah itu sangat besar, jika volume pekerjaannya tidak benar, kan jadi repot. Apalagi terlihat juga pada adukan semennya tidak kokoh,” sebut Jupri.

Kepala Dinas Perkimtan Kabupaten Aceh Tenggara, Ir. Edi Suvriadi, yang sempat dihubungi wartawan JAKARTAPEDIA.co.id dan mengirimkan nomor kontak WhatsApp Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pekerjaan tersebut.

Tak begitu lama langsung diundang oleh PPK pekerjaan Amar Hadi di ruang kerjanya pada Kamis (30/1/2025).

Dia mengungkapkan, sudah menyelesaikan proyek tersebut pada awal Januari 2025 dan sudah digunakan oleh petani sekitar. “Proyek itu sudah digunakan petani sekitar,” katanya.

Kemudian sambungnya, mau diusulkan lagi proyek Bronjong di Lawe Sky dan proyek Bronjong di Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara. “Ada proyek selanjutnya yang sedang diusulkan untuk Bronjong,” ungkapnya. (habibi)