Dimintai Sogokan Agar Diloloskan untuk Perpanjangan Kontrak, Petugas PPSU Kelurahan Gelora Jakpus Ngadu ke Pj Gubernur Heru di Balaikota

oleh -

JAKARTAPEDIA.co.id – Sebanyak 28 petugas PPSU (Penanganan Prasarana dan Sarana Umum) Kelurahan Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, mendatangi kantor Balaikota DKI, untuk mengadukan nasibnya kepada Pj Gubernur Heru Budi Hartono, karena namanya tak diloloskan oleh Lurah Gelora Nurul Huda.

Pengakuannya, mereka yang selama ini telah bekerja baik dan mengabdi pun kehilangan pekerjaan. Dugaan kuat pun muncul, tak lolosnya puluhan PPSU Gelora ini, karena mereka tak sanggup memberikan uang sogokan kepada oknum kelurahan yang jumlahnya jutaan rupiah, sehingga namanya tak diloloskan.

“Ada pembicaraan soal itu (permintaan uang) dari salah satu pejabat kelurahan. Kami juga merekamnya. Mungkin itu salah satu faktor mengapa kami tak diloloskan dalam tes perpanjangan sebagai anggota PPSU,” ujar salah seorang anggota PPSU Kelurahan Gelora, yang namanya sengaja tak disebutkan demi keamanan pada Jumat (30/12/2022).

Ia mengaku sedih, karena telah mengabdi sejak 2015 era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), sampai sekarang.

Selama mengabdi, ia mengaku telah bekerja maksimal dan menjalankan seluruh instruksi atasan. “Namun ternyata balasan dari pihak kelurahan seperti ini. Kami terus terang sedih dan merasa dizolimi,” katanya.

Lebih lanjut, ia berharap Pj Gubernur Heru dapat memberikan solusi, agar ia dan kawan-kawannya dapat bekerja kembali sebagai anggota PPSU. Karena mereka tak tahu lagi akan bekerja apa, sebab tanggungan sangat banyak.

“Kami mohon agar dapat bekerja lagi,” ucapnya.

Sementara itu Lurah Gelora Nurul Huda mengaku mendengar mengenai dugaan adanya permintaan uang kepada para anggota PPSU yang dilakukan salah satu pejabat kelurahan. Namun, ia mengaku tidak mengetahuinya. Karena menurutnya pejabat itu tidak bisa dihubungi.

“Dia mau pensiun dan telponya tidak bisa dihubungi,” ujar lurah.

Lurah mengatakan ke 28 PPSU tidak lolos karena hasil tes wawancara. “Penilaian tes wawancara tidak lolos. Ini sudah final,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, sejumlah pihak meniai alasan lurah bahwa tidak lolos karena hasil wawancara, dinilai tidak etis. Hal ini harus segera dievaluasi. (dra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *