Perluas Literasi, Dispusip DKI Jakarta Bagikan 2.053 Buku Karya Raya ke 250 Sekolah

oleh -
oleh
Ilustrasi kegiatan membaca buku Karya Raya di kawasan Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat pada Sabtu (3/10/2026). (ist)

JAKARTAPEDIA.co.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta membagikan 2.053 buku hasil karya anak dalam program Karya Raya 2026 ke 250 sekolah negeri dan swasta untuk memperluas akses literasi di kalangan pelajar.

Kepala Dispusip DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono mengatakan pembagian buku tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan karya anak sekaligus mendorong minat membaca dan menulis di lingkungan sekolah.

“Kami memfasilitasi kegiatan ini. Buku-buku yang dihasilkan sebanyak 2.053 buku tersebut dibagikan ke 250 sekolah, baik negeri maupun swasta,” kata Nasruddin dalam pameran buku Karya Raya 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Nasruddin, Karya Raya 2026 menghasilkan 2.053 buku yang ditulis anak-anak dari Jakarta dan sejumlah daerah lain di Indonesia, seperti Bali, Surabaya dan Nusa Tenggara Timur.

Ia mengatakan jumlah karya tersebut terus meningkat sejak Karya Raya pertama kali digelar pada 2023 dengan 638 karya, kemudian meningkat menjadi 1.081 karya pada 2024 dan 1.870 karya pada 2025.

“Kami bersyukur animo anak-anak mengikuti Karya Raya terus meningkat. Dibandingkan pelaksanaan tahun lalu, jumlah peserta di tahun 2026 meningkat sekitar 10 persen,” katanya.

Nasruddin menambahkan pihaknya juga mengkaji kemungkinan menghadirkan buku-buku melalui Karya Raya Corner di lokasi lain, termasuk fasilitas transportasi seperti stasiun LRT dan MRT, agar karya anak dapat dikenal masyarakat yang lebih luas.

“Ini bisa menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan literasi masyarakat sekaligus memperkenalkan karya anak-anak kepada masyarakat yang lebih luas,” katanya.

Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Diki Lukman Hakim, mengatakan peningkatan jumlah karya menunjukkan semakin besarnya semangat anak-anak untuk menulis dan berkarya.

Menurut dia, penyediaan ruang yang aman dan lingkungan yang mendukung diperlukan agar anak-anak dapat mengembangkan kepercayaan diri serta menemukan potensi terbaiknya

Diki menyampaikan apresiasi kepada para orang tua, guru, sekolah, komunitas, serta seluruh kolaborator dalam menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk belajar dan menghasilkan karya.

“Sangat penting untuk memberikan motivasi, kepercayaan, dan bimbingan kepada anak-anak untuk menulis, baik terkait imajinasi, cerita realita, hingga keluh kesah mereka,” kata Diki. (ig/ist)

Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya dengan ikuti kanal WhatsApp JAKARTAPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.