Pemprov DKI Bidik Wisatawan India Lewat Promosi Wisata Urban

oleh -
oleh
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kembali memperkuat promosi pariwisata Jakarta di pasar internasional melalui partisipasi pada ajang Internationale Tourismus-Börse (ITB) India 2026 di Jio World Convention Centre, Mumbai. Tercatat lebih dari 100 exhibitor dari berbagai negara dan 400 buyers pilihan hadir pada acara ini. (ist)

JAKARTAPEDIA.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempromosikan wisata perkotaan (urban) kepada turis India dalam ajang Internationale Tourismus-Börse (ITB) India 2026 di Jio World Convention Centre, Mumbai.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Andhika Permata mengatakan tercatat lebih dari 100 exhibitor dari berbagai negara dan 400 buyers pilihan hadir dalam acara tersebut.

“Kehadiran para pelaku industri tersebut diharapkan dapat memperkuat business-to-business engagements sekaligus membuka peluang kerja sama dan pengembangan paket perjalanan yang lebih kompetitif bagi wisatawan India,” kata Andhika dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).

Menurut Andhika, India merupakan pasar yang sangat potensial dan strategis bagi Jakarta. Ia pun menilai semakin besar peluang dari pertumbuhan wisatawan India dan ketertarikan mereka terhadap destinasi urban.

Partisipasi Jakarta pada ITB India 2026 merupakan bagian dari kolaborasi bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui Paviliun Wonderful Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Jakarta menghadirkan tujuh co-exhibitor terpilih yang terdiri dari pelaku industri tour and travel, hotel berbintang, serta atraksi wisata.

Melalui ITB India 2026, Disparekraf DKI tidak hanya ingin memperkenalkan Jakarta sebagai destinasi wisata, tetapi juga membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan dengan industri pariwisata India.

Keikutsertaan dalam salah satu pameran pariwisata business to business (B2B) terkemuka di kawasan Asia Selatan itu, kata Andhika, menjadi bagian dari strategi Jakarta untuk memperluas jejaring global, meningkatkan daya saing destinasi, serta memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi urban premium, pusat bisnis, Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions (MICE), dan gaya hidup metropolitan menuju Top 50 Global City.

Memasuki usia ke-500 tahun, sambung dia, Jakarta tidak hanya merefleksikan perjalanan panjang sebuah kota, tetapi juga menatap masa depan sebagai kota global yang semakin terbuka, kompetitif, dan terhubung dengan dunia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf DKI Jakarta Lucky Wulandari menuturkan promosi di pasar India diharapkan dapat meningkatkan awareness (kesadaran) sekaligus mendorong kunjungan wisatawan India ke Jakarta.

“Kami ingin wisatawan India melihat Jakarta sebagai destinasi yang dinamis, aman, nyaman, dan penuh pengalaman. Jakarta memiliki banyak hal yang dapat dieksplorasi, dari sejarah dan budaya, kuliner, shopping, entertainment, dan MICE, yang memiliki sisi-sisi menarik yang mungkin belum banyak diketahui oleh wisatawan India,” ungkap Lucky.

Lebih jauh, dia menyebutkan penguatan pasar India menjadi bagian dari strategi Jakarta untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan komunitas global.

Lucky menambahkan dengan memperkuat konektivitas, memperluas jejaring internasional, serta menghadirkan produk pariwisata yang semakin beragam dan berkualitas, Jakarta optimistis dapat meningkatkan daya saingnya di tingkat global.

“Jakarta 500 bukan hanya tentang merayakan perjalanan lima abad, tetapi tentang membawa Jakarta melangkah lebih jauh sebagai kota global yang berdaya saing, berkelanjutan, dan semakin dikenal dunia,” tutur Lucky. (jek/ant)