JAKARTAPEDIA.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang terbuka terhadap perdagangan, investasi, dan kolaborasi internasional.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, dalam sesi paparan di panggung pameran Choose Jakarta 2026 pada ajang China International Small and Medium Enterprises Fair (CISMEF) ke-21 di Guangzhou, Tiongkok.
Dalam paparannya bertajuk ‘Jakarta & China: The Strategic Gateway’, Ratu memperkenalkan berbagai potensi Jakarta kepada para pengunjung, pelaku usaha, investor, serta mitra internasional yang hadir di area pameran.
Paparan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan promosi dan jejaring bisnis Jakarta dalam keikutsertaan Choose Jakarta 2026 di CISMEF.
Ratu menyampaikan, Jakarta tengah bertransformasi menjadi kota global yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan, dengan posisi strategis sebagai pusat bisnis, keuangan, perdagangan, dan investasi di Indonesia.
Ia menjelaskan, Jakarta berkontribusi sebesar 17,2 persen terhadap realisasi investasi nasional dengan nilai mencapai Rp173,6 triliun pada semester I 2026.
Sementara itu, ekonomi Jakarta tumbuh 5,52 persen secara tahunan pada kuartal II 2026.
“Jakarta terus bergerak menjadi pusat global utama bagi bisnis, keuangan, dan investasi. Kami terbuka untuk membangun kemitraan yang lebih kuat dengan pelaku usaha dan investor internasional, termasuk dari Tiongkok,” ujarnya, Senin (7/9/2026).
Selain memperkenalkan kekuatan ekonomi Jakarta, Ratu juga memaparkan sejumlah peluang investasi dan pemanfaatan aset daerah yang dapat dikembangkan bersama mitra strategis.
Beberapa di antaranya mencakup pengembangan Smart Manufacturing & Creative Fashion Lab di Kebon Jeruk, digitalisasi ruang publik dan periklanan perkotaan, pengembangan fasilitas komersial di Mal Pelayanan Publik, jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), hingga berbagai peluang pengembangan kawasan komersial, pariwisata, ekonomi kreatif, olahraga, agrowisata, dan pusat budaya.
Salah satu peluang yang ditawarkan adalah pengembangan eks-Pusat Industri Pakaian Jadi di Kebon Jeruk seluas 1.350 meter persegi menjadi Smart Manufacturing & Creative Fashion Lab.
Ratu mengatakan, konsep tersebut diarahkan untuk mengintegrasikan teknologi manufaktur pintar, automated micro-factories, ruang desain, co-working dan co-living, sekaligus membuka ruang kolaborasi bagi desainer lokal dan UMKM Jakarta.
“Jakarta tidak hanya menawarkan pasar, tetapi juga membuka ruang bagi mitra internasional untuk tumbuh bersama melalui investasi, teknologi, dan kolaborasi dengan pelaku usaha lokal,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ratu juga memperkenalkan potensi sejumlah aset strategis Jakarta, antara lain Taman Kota Intan di kawasan Kota Tua, Kembang Kencana Land, Cattleya City Park, Bidadari Island, Cilangkap Agrotourism Park, Graha Pejaten, Lapangan Banteng, Ismail Marzuki Village, hingga Jakarta International Cultural Hub.
Beragam aset tersebut memiliki potensi pemanfaatan untuk sektor perdagangan, pariwisata, ekonomi kreatif, lifestyle, olahraga, hospitality, hingga pusat bisnis dan budaya.
Paparan tersebut sekaligus memperkuat pesan utama keikutsertaan Jakarta dalam Choose Jakarta 2026, yaitu membuka akses yang lebih luas bagi produk, pelaku usaha, dan potensi Jakarta ke pasar internasional.
Sekadar diketahui, Pemprov DKI Jakarta membawa 22 UKM terkurasi dengan produk dari berbagai kategori dalam CISMEF 2026, mulai dari fesyen, jewelry, craft, spices, food & beverage, hingga wellness.
Kehadiran Jakarta di CISMEF juga menjadi semakin strategis karena penyelenggaraan CISMEF ke-21 berlangsung pada 3–6 September 2026 di Guangzhou dan Indonesia mendapat kehormatan sebagai Co-Host Country.
CISMEF tahun ini turut menjadi bagian dari rangkaian momentum APEC Small and Medium Enterprises Ministerial Meeting, yang mempertemukan para pemangku kepentingan ekonomi dan pengembangan UMKM dari kawasan Asia-Pasifik.
Ia menambahkan, momentum tersebut menjadi ruang penting bagi Jakarta untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus membangun koneksi dengan jaringan bisnis internasional.
“Hal ini sejalan dengan agenda APEC yang pada tahun ini turut menyoroti inovasi, pemanfaatan teknologi digital, peningkatan daya saing, serta perluasan akses pasar bagi usaha kecil dan menengah,” katanya.
Keikutsertaan Jakarta dalam CISMEF 2026 juga tidak terlepas dari kolaborasi dengan Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) yang berperan dalam memperkuat jejaring bisnis dan hubungan internasional.
ATTEC selama ini menjadi platform yang mendorong kolaborasi antarpelaku usaha dan memperkuat akses perdagangan serta investasi Indonesia di pasar Asia.
Ratu menilai, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi bisnis, dan jejaring internasional menjadi faktor penting dalam membuka peluang ekonomi yang lebih konkret bagi Jakarta.
“Melalui forum seperti CISMEF, kami ingin membangun koneksi yang tidak berhenti pada promosi, tetapi dapat berkembang menjadi business matching, investasi, kerja sama perdagangan, dan kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat bagi Jakarta dan para mitranya,” tandasnya. (bj/ig)
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya dengan ikuti kanal WhatsApp JAKARTAPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.
“Anda Ingin Kerjasama Publikasi Artikel/Berita Promosi dengan Backlink. Biayanya Hanya Rp 200.000, Silahkan WA ke 0877-6460-1861″





