JAKARTAPEDIA.co.id – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Dharma Jaya secara resmi menetapkan target penyediaan hewan kurban sebanyak 900 ekor sapi guna memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta dalam menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Langkah strategis ini diambil untuk menjamin ketersediaan hewan kurban yang memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) bagi warga ibu kota Jakarta.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menyatakan bahwa seluruh unit hewan kurban yang disediakan telah melalui prosedur seleksi dan pemeriksaan kesehatan yang ketat.
“Prioritas kami adalah memberikan jaminan keamanan bagi konsumen. Setiap ekor sapi didatangkan dari wilayah telah terverifikasi dan wajib melewati proses karantina serta pemeriksaan ulang oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta,” ujar Raditya.
Optimalisasi Layanan dan Fasilitas Terpadu
Perumda Dharma Jaya telah mengoptimalkan infrastruktur Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Cakung, yang tersertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan Halal.
Fasilitas pemotongan semi-mekanik ini memiliki kapasitas operasional mencapai 200 hingga 250 ekor per hari.
Sebagai bagian dari standardisasi layanan, Perumda Dharma Jaya mengerahkan 100 personel profesional, termasuk Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat serta tim pengemasan.
Perusahaan juga menawarkan layanan pengelolaan daging kurban secara komprehensif, mulai dari pemotongan, pemisahan karkas, hingga pengemasan khusus (customized packaging) dalam takaran kilogram untuk memudahkan distribusi bagi masyarakat.
“Melalui sistem layanan terpadu ini, kami memastikan aspek higienitas tetap terjaga mulai dari hulu hingga hilir. Selain itu, kami juga menjamin manajemen limbah hasil pemotongan dilakukan sesuai dengan regulasi lingkungan hidup yang berlaku,” tambah Raditya seperti rilis yang dilayangkan pada Kamis (30/4/2026).
Sebagai komitmen terhadap transparansi publik dan kemudahan akses informasi, Perumda Dharma Jaya menyediakan data terkini mengenai klasifikasi hewan dan rincian harga secara digital.
Masyarakat dapat melakukan pemantauan harga dan ketersediaan stok melalui kanal komunikasi resmi di media sosial Instagram @djawarameat.
“Penyediaan 900 ekor sapi ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban dengan dukungan kualitas hewan dan layanan profesional dari Perumda Dharma Jaya,” kata Raditya.
Terpisah, Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati memastikan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan kesiapan menyambut Hari Raya Idul Adha dengan menitikberatkan pada tata kelola pelaksanaan kurban yang tertib, higienis, dan ramah lingkungan. Pihaknya mengaku telah menyiapkan berbagai langkah strategis agar pelaksanaan kurban berjalan optimal di seluruh wilayah ibu kota.
“Pada prinsipnya kami menyiapkan sebaik-baiknya. Tidak hanya dari sisi kebutuhan hewan kurban, tetapi juga bagaimana penyelenggaraannya, mulai dari persiapan salat Id, proses pemotongan, hingga distribusi daging kepada masyarakat,” kata Suharini.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan wadah ramah lingkungan dalam pendistribusian daging kurban. Hal ini menjadi bagian dari upaya Pemprov mengurangi sampah plastik yang kerap meningkat saat Idul Adha.
Selain itu, Pemprov juga mendorong agar para petugas penyembelih hewan kurban telah memiliki sertifikasi juru sembelih halal (Juleha). Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan proses penyembelihan sesuai standar syariat dan kesehatan.
Dari sisi pengawasan, ungkapnya, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta akan mulai melakukan pemeriksaan sejak satu bulan sebelum hari pelaksanaan. Pengawasan dilakukan secara berlapis, mulai dari tingkat wilayah hingga titik-titik penjualan hewan kurban.
“Biasanya pengawasan sudah dimulai satu bulan sebelumnya. Kawan-kawan di wilayah akan turun untuk memastikan kesehatan hewan dan kelayakan distribusi,” tegasnya.
Suharini juga memastikan bahwa Pemprov telah berkoordinasi dengan daerah-daerah pemasok hewan kurban, seperti Lampung dan Jawa Tengah.
Mengingat keterbatasan lahan, Jakarta masih bergantung pada pasokan dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan sapi, kerbau, dan kambing.
“Koordinasi dengan daerah pemasok sudah dilakukan. Perizinan juga kita fasilitasi agar distribusi hewan kurban ke Jakarta berjalan lancar,” jelasnya.
Terkait peran Perumda Dharma Jaya, Suharini menyebut perusahaan daerah tersebut berfungsi sebagai pendukung dalam penyediaan hewan serta fasilitas pemotongan. Namun, mekanisme pemotongan di Dharma Jaya umumnya tidak dilakukan dalam skala kecil per kilogram.
“Biasanya pemotongan di Dharma Jaya dilakukan dalam bentuk potongan besar, seperti dibagi empat, lalu diserahkan kepada panitia kurban untuk didistribusikan,” jelasnya.
Dengan berbagai persiapan ini, Pemprov DKI Jakarta berharap pelaksanaan Idul Adha tahun ini dapat berlangsung lebih tertib, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban. (ig)







