JAKARTAPEDIA.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) memastikan keamanan produk pangan yang beredar di sejumlah pasar modern menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), yakni Idul Fitri 2026.
“Pengawasan keamanan pangan terpadu ini dilakukan untuk memastikan produk pangan yang beredar di pasar modern aman dikonsumsi masyarakat, khususnya menjelang HBKN, ketika permintaan pangan biasanya meningkat,” kata Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur Taufik Yulianto saat dikonfirmasi di Jakarta.
Hal tersebut diketahui setelah Sudin KPKP Jakarta Timur melakukan pengawasan keamanan pangan terpadu pada Senin (9/3/2026) di lima pasar modern di wilayah Jakarta Timur.
“Kita berupaya melindungi masyarakat dari pangan yang dijual bebas dari kandungan zat berbahaya yang tidak layak dikonsumsi,” ujar Taufik.
Kelima pasar modern yang menjadi lokasi pengawasan, yaitu Lotte Grosir Pasar Rebo, Naga Swalayan Ciracas, Transmart Cijantung, Superindo Titanium Square, dan Hypermart Cibubur Junction.
Dalam kegiatan tersebut, petugas mengambil sejumlah sampel dari berbagai komoditas pangan yang berasal dari sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Komoditas yang diuji, antara lain sayur-sayuran, buah-buahan, ikan, udang, bakso ikan, daging ayam, daging sapi, kikil, dan hati ampela.
Taufik menjelaskan sampel pangan tersebut kemudian diuji menggunakan metode uji cepat untuk mendeteksi kemungkinan adanya kandungan bahan berbahaya, seperti residu pestisida, formalin, boraks, klorin, dan bahan kimia berbahaya lainnya yang tidak diperbolehkan dalam produk pangan.
“Jenis pengujian yang dilakukan meliputi residu pestisida pada produk pertanian serta formalin, boraks, klorin, dan bahan berbahaya lainnya pada produk pangan segar maupun olahan,” jelas Taufik.
Secara keseluruhan, petugas mengambil sebanyak 60 sampel pangan dari lima lokasi pasar modern.
Sampel tersebut terdiri dari 41 sampel komoditas pertanian, 15 sampel komoditas peternakan, dan 4 sampel komoditas perikanan.
Rinciannya, di Lotte Grosir Pasar Rebo, petugas mengambil 18 sampel yang terdiri dari 10 sampel pertanian, 4 sampel peternakan, dan 4 sampel perikanan. Seluruh sampel yang diperiksa menunjukkan hasil negatif dari kandungan bahan berbahaya.
Lalu, di Naga Swalayan Ciracas, diambil 13 sampel yang terdiri dari 9 sampel pertanian dan 4 sampel peternakan. Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel juga dinyatakan aman.
Kemudian, di Superindo Titanium Square, petugas mengambil 12 sampel yang terdiri dari 9 sampel pertanian dan 3 sampel peternakan. Seluruh sampel tersebut juga dinyatakan negatif dari kandungan zat berbahaya.
Di lokasi lain, yakni Transmart Cijantung, pengawasan dilakukan dengan mengambil 7 sampel yang terdiri dari 6 sampel pertanian dan 1 sampel peternakan. Hasil pengujian juga menunjukkan seluruh sampel aman.
Sedangkan di Hypermart Cibubur Junction, petugas mengambil 10 sampel yang terdiri dari 7 sampel pertanian dan 3 sampel peternakan. Dari hasil pengujian, seluruh sampel juga dinyatakan negatif dari bahan berbahaya.
“Dari total 60 sampel yang diperiksa di lima pasar modern tersebut, seluruhnya menunjukkan hasil negatif dari kandungan bahan berbahaya sehingga tingkat keamanan pangan mencapai 100 persen aman,” ucap Taufik.
Selain itu, dia menyebutkan pengawasan keamanan pangan itu dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur lintas instansi guna memastikan pengawasan berjalan optimal.
Dalam kegiatan tersebut, turut dilibatkan petugas dari Sudin KPKP Jakarta Timur, Dinas KPKP DKI Jakarta, Korwas PPNS Polda Metro Jaya, Bagian Perekonomian Wali Kota Jakarta Timur, serta unsur Kecamatan Ciracas.
Selain itu, sejumlah Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) juga dilibatkan dalam pengawasan tersebut, di antaranya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Pusat Pelatihan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PPUMKM), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Lingkungan Hidup.
Menurut Taufik, pengawasan terpadu itu merupakan upaya pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus memastikan pangan yang beredar di pasaran memenuhi standar keamanan.
Selain melakukan pengujian sampel, petugas juga memberikan edukasi kepada pengelola pasar serta pelaku usaha terkait pentingnya menjaga kualitas dan keamanan produk pangan yang dijual kepada konsumen.
“Dengan adanya pengawasan ini, diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir saat berbelanja kebutuhan pangan menjelang HBKN karena produk yang beredar telah melalui proses pengawasan dan dinyatakan aman,” ungkap Taufik.
Dia juga memastikan pengawasan pangan terus dilakukan secara berkala, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan, ketika aktivitas perdagangan pangan meningkat signifikan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan produk pangan yang aman, sehat, dan layak konsumsi. (ist/ig)






