JAKARTAPEDIA.co.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Kader Gus Dur menyampaikan pernyataan sikap terkait konflik di Timur Tengah menyusul serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Organisasi tersebut menilai serangan tersebut telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang serius, termasuk jatuhnya korban jiwa dari kalangan sipil yang tidak bersalah, terutama anak-anak dan perempuan, serta sejumlah tokoh penting di negara yang terdampak.
Sekretaris Jenderal DPP Barisan Kader Gus Dur, Pasang Haro Rajagukguk, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (7/3/2026), menegaskan bahwa perang yang mengorbankan masyarakat sipil merupakan bentuk pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan yang tidak dapat ditoleransi.
“Perang terhadap kemanusiaan adalah kejahatan kemanusiaan yang tidak sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan di dunia,” ujarnya.
Dalam pernyataan sikap tersebut, DPP Barisan Kader Gus Dur menyampaikan beberapa poin penting. Pertama, mereka mengecam keras tindakan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Kedua, organisasi itu mendesak seluruh pihak yang terlibat konflik agar segera menghentikan perang dan berbagai bentuk kekerasan guna mencegah jatuhnya korban sipil yang lebih besar.
Selain itu, Barisan Kader Gus Dur juga meminta negara-negara yang terlibat maupun negara lain di dunia untuk menahan diri, termasuk dalam mengeluarkan pernyataan yang berpotensi memperkeruh situasi.
Mereka juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa agar segera mengambil sikap yang adil dan tegas terhadap konflik tersebut.
Dalam poin terakhir, organisasi tersebut meminta Republik Indonesia untuk mempertimbangkan keluar dari keanggotaan Board of Peace (BoP).
Pernyataan ini ditutup dengan harapan agar Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melindungi bangsa Indonesia serta seluruh bangsa di dunia dari dampak konflik dan peperangan. (jek)





