JAKARTAPEDIA.co.id – Langit pagi di Jakarta Utara belum sepenuhnya terik ketika puluhan ibu berkumpul di aula kelurahan. Di tangan mereka, bukan hanya catatan dan telepon genggam, tetapi juga harapan—agar anak-anak yang mereka besarkan tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari ancaman stunting.
Melalui sinergi PAM JAYA dan Women and Children Resilience (WCR), semangat itu diterjemahkan dalam kegiatan Edukasi Gizi Cerdas dan Ketahanan Air yang digelar di sejumlah titik di Jakarta.

Program ini menyasar para ibu sebagai garda terdepan pembentuk kualitas generasi masa depan.
Ketua WCR, Margaretha Hanita, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Keberlanjutannya dipantau secara serius karena menyangkut masa emas tumbuh kembang anak.
“Generasi penerus berada pada fase yang sangat menentukan. Dukungan gizi yang tepat, lingkungan sehat, serta pola asuh yang baik menjadi fondasi utama. Edukasi kepada ibu adalah titik awal penting, karena dari sanalah kualitas generasi masa depan dibentuk,” ujarnya di Jakarta, Senin (16/2/2026).
Kegiatan ini telah berlangsung di tiga lokasi di Jakarta Utara, yakni Aula Kantor Kelurahan Semper Timur, Kelurahan Penjaringan, dan Kelurahan Rorotan.

Pesertanya terdiri dari ibu-ibu TP PKK, Dasawisma, hingga kader Posyandu—mereka yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan tumbuh kembang anak di lingkungan masing-masing.
Di Aula Kelurahan Semper Timur, pada Selasa (10/2/2026), suasana diskusi berlangsung hangat. Para peserta diajak memahami konsep Gizi Cerdas, terutama pentingnya asupan protein hewani sejak dini untuk menunjang pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.
Namun pembahasan tak berhenti pada makanan. Edukasi juga menekankan bahwa pencegahan stunting erat kaitannya dengan sanitasi dan ketahanan air.
Akses terhadap air bersih menjadi fondasi lingkungan sehat, mencegah infeksi berulang yang dapat menghambat penyerapan nutrisi pada anak.
Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menilai keterlibatan Daya Wanita PAM JAYA menjadi pendekatan yang lebih personal dan menyentuh langsung keluarga.
“Upaya menurunkan stunting tidak bisa dilakukan sendiri dan tidak cukup dengan satu pendekatan. Kami ingin hadir lebih dekat dengan para ibu, berbagi pengetahuan tentang gizi dan pentingnya air bersih, karena dari keluargalah masa depan anak-anak Jakarta dibentuk,” tuturnya.

Komitmen ini bukan hal baru. Sejak 2023, PAM JAYA terlibat dalam Program Percepatan Penurunan Stunting. Pada tahun pertama, intervensi dilakukan kepada 409 anak di 39 kelurahan. Setahun berikutnya, cakupan meningkat menjadi 1.129 anak di 36 kelurahan.
Memasuki 2025, program diperluas di wilayah Jakarta Utara dan Timur. Selain pemberian makanan tambahan, dilakukan pula monitoring, edukasi bagi ibu hamil dan pasangan pra nikah, hingga pembagian toren air gratis untuk mendukung akses air bersih di lingkungan warga.

Di tengah tantangan perkotaan yang kompleks, kolaborasi ini menjadi pengingat bahwa pencegahan stunting bukan hanya soal angka statistik. Ia adalah tentang masa depan—tentang anak-anak yang kelak akan menentukan arah bangsa. Dan perubahan itu, seperti yang diyakini para ibu di aula kelurahan pagi itu, dimulai dari rumah. (ig/rls)











