Sudin Parekraf Jakarta Barat Tegaskan Tak Ada Acara Selama Perayaan Imlek di Pecinan Glodok

oleh -
Seorang pedagang berjualan pernak-pernik Imlek di kawasan Pecinan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat. (ist/ant)

JAKARTAPEDIA.co.id – Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Jakarta Barat menyampaikan tidak ada kegiatan saat perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di kawasan Pecinan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat.

“Kalau menjelang Imlek tidak ada (kegiatan),” ujar Kepala Seksi Ekonomi Kreatif (Ekraf) Sudin Parekraf Jakarta Barat, Dwi Lestari seperti dilansir pada Kamis (5/6/2026).

Dwi menyampaikan, kegiatan di kawasan Pecinan Glodok dalam menyambut perayaan Tahun Baru Imlek baru ada pada saat perayaan Cap Go Meh pada Maret 2026.

“Adanya perayaan Cap Go Meh nanti tanggal 3 Maret, dan rencananya dihadiri Pak Gubernur (Pramono Anung),” ucapnya.

Menurut Dwi, kegiatan dalam rangka menyambut perayaan Tahun Baru Imlek dilaksanakan di tingkat Provinsi, termasuk perlombaan.

“Untuk Imlek adanya di tingkat Provinsi, dekorasi lampu di sepanjang Sudirman-Thamrin, dan lomba dekorasi Imlek di gedung sepanjang Sudirman-Thamrin,” imbuhnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan sejumlah agenda pendukung yang dikemas dalam tagar #ImlekdiJakarta mulai 13 Februari 2026 sebagai bagian dari pemanasan menuju perayaan puncak Imlek Nasional 2026.

“Kami ingin memastikan seluruh rangkaian kegiatan di Jakarta tetap sejalan dengan agenda nasional,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Atika Nur Rahmania dalam keterangan di Jakarta.

Dia menyampaikan sebagai tuan rumah, Jakarta diharapkan dapat menghadirkan berbagai atraksi yang membuat perayaan Imlek Nasional semakin bergema.

Dari sisi publikasi, sambung dia, Pemprov DKI memberikan dukungan melalui berbagai media luar ruang, termasuk penayangan materi pada layar LED di sejumlah titik strategis di Jakarta. Lokasi publikasi tersebut juga diperluas dan diperbarui secara berkala.

“Publikasi tidak hanya menampilkan logo, tetapi juga materi yang membangun ‘awareness’ terhadap penyelenggaraan Imlek Nasional 2026. Ke depan, kami masih menunggu arahan lebih lanjut terkait pemanfaatan ‘branding’ dan turunannya agar publikasi dapat lebih optimal,” ujar Atika. (ig/bj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *