JAKARTAPEDIA.co.id – Banjir yang melanda wilayah Jabodetabek hingga Sabtu (24/1/2026) mulai melumpuhkan aktivitas ekonomi warga, khususnya pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Penutupan akses jalan dan genangan air di sejumlah titik memaksa pedagang menghentikan operasional, yang berujung pada hilangnya potensi omzet hingga jutaan rupiah per hari.
Salah satu wilayah terdampak parah berada di Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Di kawasan ini, aktivitas perdagangan hampir terhenti total selama dua hari terakhir akibat luapan air yang tak kunjung surut.
Uda Indra (35), seorang pemilik usaha nasi padang di Duri Kosambi, mengaku terpaksa menutup warungnya selama dua hari. Selain faktor genangan air di lokasi berjualan, ia kesulitan mendapatkan bahan baku pangan akibat distribusi yang terhambat.
“Walaupun omzet saya tidak sampai Rp 10 juta per hari, tetapi kalau dua hari tutup, kerugian mencapai jutaan rupiah. Masalahnya bukan cuma banjir, tapi bahan pangan di PD Pasar Jaya Cengkareng juga langka karena banyak pedagang langganan saya yang tidak berjualan,” ungkapnya pada Sabtu (24/1/2026).
Kelangkaan ini dipicu oleh akses menuju pasar yang terputus, kemacetan dan genangan air, sehingga pasokan komoditas pokok dari penyuplai terhambat masuk ke wilayah Jakarta Barat.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, banjir mulai menggenangi permukiman padat penduduk sejak Jumat (23/1/2026) dini hari. Seperti di Jalan KH Abdul Wahab, RT 09/RW 06, ketinggian air bervariasi dan merendam setidaknya 9 wilayah RT di Kelurahan Duri Kosambi.
“Siang ini air mulai surut, tetapi kondisi di dalam rumah dan tempat usaha masih berantakan. Kami masih menunggu cuaca benar-benar normal sebelum beres-beres,” jelasnya.
Sebagai pelaku usaha kecil, Uda Indra berharap intensitas hujan di Jabodetabek segera mereda. Baginya, usaha rumah makan tersebut merupakan satu-satunya tulang punggung keluarga untuk mencari nafkah.
“Kami sangat berharap roda ekonomi kembali normal. Dagang seperti saya ini bergantung pada perputaran harian. Jika berhenti terlalu lama, dampaknya sangat berat untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.
Hingga saat ini, warga masih bersiaga mengantisipasi adanya banjir kiriman, mengingat cuaca mendung masih menyelimuti wilayah Jakarta dan sekitarnya. (ig/brs)
“Dibuka Kesempatan Bergabung Menjadi Wartawan Biro Jakarta Barat, Jika Berminat Silahkan WA ke 0877-6460-1861”






