Arief menegaskan bahwa PAM JAYA memandang air minum perpipaan sebagai kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, setiap strategi perusahaan diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara peningkatan layanan dan kemampuan pelanggan.
Tahun 2026 Tanpa Penyesuaian Tarif
Masuk tahun 2026, fokus PAM JAYA diarahkan pada penguatan operasional dan peningkatan mutu pelayanan. Namun di tengah peningkatan tersebut, perusahaan menegaskan satu hal yang penting bagi masyarakat: tidak ada penyesuaian tarif air pada tahun ini.
“Kami berupaya memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan air minum perpipaan yang layak tanpa menambah beban pelanggan. Oleh karena itu, tidak terdapat penyesuaian tarif pada tahun ini,” kata Arief.
Sebagai bagian dari transformasi berkelanjutan, PAM JAYA juga terus melakukan efisiensi internal, optimalisasi sistem distribusi, serta penguatan tata kelola perusahaan agar pelayanan yang diberikan semakin efektif dan transparan.
“Melalui langkah tersebut, PAM JAYA berharap dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus mendukung pembangunan Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Sambungan Gratis untuk Rumah di Bawah 70 Meter Persegi
Tak hanya memperluas jaringan, PAM JAYA juga menghadirkan program yang menyasar kelompok warga berpenghasilan rendah. Sejak 2025, PAM JAYA menjalankan program sambungan baru air perpipaan gratis bagi warga Jakarta yang memiliki rumah dengan luas di bawah 70 meter persegi.
Program ini ditujukan agar masyarakat dapat menikmati akses air minum perpipaan yang aman, layak, dan terjangkau, langsung dari rumah masing-masing.
Sebagai BUMD milik Pemprov DKI Jakarta, PAM JAYA menegaskan akan terus menjalankan perannya bukan semata sebagai penyedia layanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga akses air minum perpipaan yang adil, berkualitas, dan berkesinambungan untuk seluruh warga Jakarta. (rls/ig)





