Gubernur Pramono Anung Buka Konferda V PA GMNI Jakarta Raya, Tekankan Nasionalisme dan Pengentasan Kemiskinan

oleh -
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi membuka Konferensi Daerah (Konferda) V Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jakarta Raya di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (13/12/2025). (ist)

JAKARTAPEDIA.co.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi membuka Konferensi Daerah (Konferda) V Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jakarta Raya di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (13/12/2025).

Konferda V PA GMNI Jakarta Raya mengusung tema “Menyongsong 500 Tahun Jakarta dan Tantangan Membangun Peradaban Kota.”

Dalam sambutannya, Pramono menyampaikan bahwa pemilihan Balai Agung sebagai lokasi kegiatan memiliki makna simbolis.

Ia menyebut Balai Kota sebagai ruang harapan dan perjuangan bagi nilai-nilai nasionalisme, keadilan sosial, serta keberpihakan kepada masyarakat miskin.

Pramono menegaskan bahwa nasionalisme dan pengentasan kemiskinan merupakan dua isu utama yang konsisten diperjuangkannya sepanjang perjalanan karier sebagai pejabat publik.

“Jejak kepemimpinan itu diukur dari kesesuaian antara apa yang diucapkan, dijanjikan, dan dilaksanakan,” ujar Pramono.

Ia juga menekankan bahwa meskipun Jakarta kini berstatus sebagai kota global sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, identitas kebetawian harus tetap menjadi fondasi pembangunan Ibu Kota.

Terkait kondisi fiskal daerah, Pramono mengakui adanya pemotongan dana bagi hasil sebesar Rp15 triliun. Namun, ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menurunkan kualitas pembangunan dan pelayanan publik.

“Ini justru momentum untuk berbenah. Walaupun anggaran berkurang, kualitas pembangunan Jakarta tidak boleh menurun,” tegasnya.

Dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial, Pramono memastikan sejumlah program prioritas tetap berjalan.

Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) tidak akan dikurangi dan saat ini telah menjangkau lebih dari 707 ribu peserta didik dari keluarga kurang mampu.

Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memperluas program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) hingga jenjang S2 dan S3, serta mengintegrasikannya dengan program LPDP.

Pada tahun mendatang, sebanyak 100 mahasiswa direncanakan akan dikirim untuk menempuh pendidikan ke luar negeri.

“Pendidikan adalah cara paling efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan,” kata Pramono.

Ia juga mengumumkan program pemutihan ijazah bagi 6.600 lulusan yang terkendala mengambil ijazah akibat persoalan ekonomi.

Sementara di sektor perlindungan sosial, program Kartu Lansia, Kartu Penyandang Disabilitas, dan Kartu Anak Jakarta dipastikan tetap berjalan tanpa pengurangan.

Dalam konteks keberagaman, Pramono menegaskan komitmennya untuk menjadi gubernur bagi seluruh golongan, agama, dan etnis. Ia menyatakan Jakarta harus menjadi kota yang toleran dan beradab.

“Saya gubernur untuk semua. Selama pemimpinnya memiliki kepekaan, Jakarta bisa menjadi kota yang inklusif,” ujarnya.

Pramono juga mengingatkan kader dan alumni GMNI agar memaknai ajaran Bung Karno secara substantif, bukan sebatas simbol.

Menurutnya, nasionalisme sejati tercermin dalam semangat gotong royong dan keberpihakan kepada rakyat kecil.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PA GMNI Ugik Kurniadi menyatakan Konferda V PA GMNI Jakarta Raya menjadi forum konsolidasi sekaligus ruang strategis untuk menyampaikan gagasan dan solusi pembangunan Jakarta di masa transisi menuju daerah khusus.

“Alumni GMNI siap memberikan kontribusi pemikiran dan catatan korektif yang konstruktif bagi kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” kata Ugik.

Konferda tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, antara lain Anggota KPU RI Yulianto Sudrajat, Anggota DKPP RI I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, serta anggota DPRD DKI Jakarta dan jajaran pengurus PA GMNI. (rls/pede)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *