Jelang Nataru, Dharma Jaya Pastikan 1.000 Ton Daging Sapi Siap untuk Warga Jakarta

oleh -
Perumda Dharma Jaya mencatat berhasil menjual 1.800 dari 2.000 ekor hewan sapi yang disediakan. (ist)

JAKARTAPEDIA.co.id – Perumda Dharma Jaya memastikan ketersediaan stok daging di Jakarta dalam kondisi aman menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut menyiapkan ribuan ton stok untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, mengatakan pihaknya secara rutin menambah pasokan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Tahun ini, Dharma Jaya telah menyiapkan sekitar 1.000 ton daging sapi, 500 ton daging ayam, dan lebih dari 300 ton ikan.

“Jumlah ini diproyeksikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dari periode Nataru hingga Ramadan dan Idulfitri. Alhamdulillah, stok aman,” ujar Raditya, Jumat (12/12/2025).

Raditya menjelaskan permintaan daging di DKI Jakarta pada periode HBKN biasanya mencapai rata-rata 6.000 ton per bulan, atau meningkat 10–15 persen dibanding hari biasa. Tren kenaikan permintaan tersebut, menurutnya, juga mulai terlihat sejak awal Desember.

“Peningkatan kebutuhan sudah terlihat signifikan. Namun masyarakat tidak perlu khawatir, stok daging untuk Nataru aman,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menilai Dharma Jaya berhasil memperluas jaringan pasokan hingga Indonesia bagian timur.

Hal ini dipandang menjadi bukti kesiapan BUMD tersebut dalam menjaga stabilitas pangan menjelang libur panjang akhir tahun.

“Pemprov DKI memberikan apresiasi atas upaya Dharma Jaya menjaga ketersediaan stok, terutama di tengah tantangan cuaca dan dinamika produksi nasional,” ujarnya.

Eli menambahkan, sebagian kebutuhan daging Jakarta masih mengandalkan impor, termasuk dari Australia. Karena itu, skema kerja sama antarbisnis (B2B) serta kontrak beli putus menjadi strategi penting untuk memastikan keberlanjutan pasokan.

Dengan kesiapan stok dan jaringan suplai yang semakin diperkuat, Pemprov DKI optimistis kebutuhan protein hewani warga Jakarta dapat terpenuhi dan harga tetap stabil.

Ia juga memastikan kondisi pangan strategis seperti beras, telur, cabai, bawang, gula, minyak goreng, serta daging ayam dan sapi berada pada level aman.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi borong.
“Jadi masyarakat jangan panic buying. Stok aman, meski ada lonjakan kebutuhan saat Nataru. Itu hal yang wajar,” tandasnya. (ig)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *