JAKARTAPEDIA – Angka pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang semester I 2025 meningkat 32%, di mana 42.385 pekerja kehilangan sumber pendapatannya. Hal ini menjadi perhatian berbagai kalangan, sebab mengancam pertumbuhan ekonomi negara dan menurunkan kualitas hidup masyarakat.
Chief Economist Sucor Sekuritas, Ahmad Mikhail Zaini, menyebut setidaknya ada tiga Sektor penggerak ekonomi Indonesia yang butuh perhatian pemerintah dengan segera.
Sektor tersebut adalah perdagangan, manufaktur, dan jasa yang sedang mengalami pelemahan usai diserang gelombang PHK.
“Contoh, pemerintah harus memaksimalkan realokasi pabrik dari China dan dari Vietnam akibat perang dagang dengan Amerika. Bagaimana memberikan insentif berupa pajak, insentif pajak atau subsidi kepada sektor-sektor yang labor intensive,” ucap Ahmad seperti dilansir dari beritasatu.com pada Selasa (29/7/2025).
Selain itu, Ahmad juga menyebut pemerintah dapat melakukan upaya seperti mendorong downstreaming policy hilirisasi di sektor pertambangan agar semakin banyak smelter yang dibuka di Indonesia dan menaikkan nilai produk pertambangan Indonesia.
Treatment untuk sektor pariwisata, ucap Ahmad, dapat berupa pemberian insentif pajak ke hotel, restoran, dan destinasi wisata dan melakukan upaya promosi pariwisata ke luar negeri yang lebih gencar untuk mendatangkan turis asing.
“Ini yang bisa Pemerintah lakukan. Kalau enggak, kita akan mengalami secular stagnation ya. Ini akan ada perlambatan ekonomi kita, ini akan terus turun enggak cuma dalam jangka pendek, tapi juga dalam jangka panjang,” tegas Ahmad. (ist/brs)








