JAKARTAPEDIA.co.id – Kepala Suku Dinas Pendidikan (Kasudindik) Jakarta Barat, Diding Wahyudin meminta siswa agar jangan mudah terbujuk iming-iming dari orang tak dikenal sebagai buntut kasus dua anak SMK Ma’arif di Grogol Petamburan yang kehilangan ponsel karena modus penipuan.
Untuk diketahui, dua anak berinisial MI dan L pada Jumat (26/7/2024) yang diminta pria tak dikenal untuk memesan layanan ojek daring lalu berkeliling sebentar bersama pria itu agar mendapat bintang lima.
Ketika itu pelaku meminta telepon seluler (ponsel) kedua korban dengan imbalan Rp25 ribu setelah bintang lima layanannya tercapai. Namun yang terjadi malah ponsel kedua siswa dibawa kabur pelaku.
“Agar Kepala Sekolah menyampaikan kepada para muridnya, harus lebih berhati-hati terhadap orang yang tidak dikenal, agar tidak mudah dibujuk dan dirayu,” kata Diding, Rabu (7/8/2024).
Diding mengatakan sudah mengumpulkan 200 lebih Kepala Sekolah SMA dan SMK di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, salah satunya untuk membahas masalah penipuan.
“Kita sudah kumpulkan tadi, 200 lebih Kepala Sekolah seluruh SMA dan SMK di Jakbar di Gedung MH Thamrin di wali kota, mulai jam 08.00-12.00 WIB, untuk membahas itu salah satunya,” kata Diding.
Pertemuan tersebut juga dilakukan untuk merespons kasus penculikan anak SMP 101 Jakarta beberapa waktu lalu.
Diding menginstruksikan Kepala Sekolah untuk mengimbau muridnya agar lebih berhati-hati dan tidak mudah tergoda oleh iming-iming akan diberikan sesuatu oleh orang tak dikenal.
“Tidak mudah diberi iming-iming uang atau hadiah atau semuanya atas nama penipuan ini ya. Itu yang harus disampaikan kepada para kepala sekolah, agar itu lebih waspada, didengarkan, diperhatikan,” kata Diding.
Diketahui, setelah menerima laporan dari korban MI pada Minggu (4/8/2024), polisi langsung bergerak menyelidiki dan memburu pelaku yang wajahnya terlihat jelas dalam video viral yang diunggah oleh akun Instagram @jakartabarat24jam.
“Kita masih selidiki dulu pelakunya, sama lagi periksa saksi yang lain. Sejauh ini (diperiksa) baru si MI. Karena kan itu anak-anak sekolah juga, nanti kita butuh bersurat ke sekolah juga karena harus didampingi sama orang tua kan,” kata Aprino, anggota polisi yang menangani kasus tersebut.
Aprino juga menambahkan pihaknya tidak begitu membutuhkan kamera pengawas (CCTV) lantaran wajah pelaku sudah terlibat jelas dalam video viral itu.
“Kalau CCTV sih menurut saya enggak terlalu urgent ya, karena muka sudah jelas sekali itu,” kata Aprino.
Dalam video viral tersebut, pelaku menggunakan sepeda motor matic, mengenakan helm hitam, jaket hitam, celana jeans dan sepatu hitam sedang bernegosiasi dengan kedua korban, MI dan L. (ist/ant)





