Lembaga Kemasyarakatan Jaksel Dibekali Penguatan Kapasitas dan Tata Kelola

oleh -
oleh
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menegaskan pentingnya peran lembaga kemasyarakatan sebagai ujung tombak pelayanan, pemberdayaan, dan penghubung aspirasi masyarakat di tingkat wilayah. (ist/bj)

JAKARTAPEDIA.co.id – Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menegaskan pentingnya peran lembaga kemasyarakatan sebagai ujung tombak pelayanan, pemberdayaan, dan penghubung aspirasi masyarakat di tingkat wilayah.

Untuk itu, kapasitas para pengurus lingkungan perlu terus diperkuat agar mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan perkotaan.

“Ujung tombak pelayanan dan pemberdayaan masyarakat”
Syafrin mengatakan, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada program dan kebijakan pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat yang diwujudkan melalui berbagai lembaga kemasyarakatan.

“Lembaga kemasyarakatan merupakan mitra utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sekaligus ujung tombak pelayanan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat wilayah,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Syafrin menjelaskan, unsur-unsur masyarakat seperti RT, RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), PKK, Karang Taruna, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Dasawisma, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga berbagai elemen lainnya memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

“Saya minta seluruh lembaga kemasyarakatan mampu memperkuat fungsinya sebagai mitra strategis pemerintah, penggerak partisipasi warga, agen perubahan sosial, serta pelopor dalam menjaga ketahanan lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana,” terangnya.

Ia menginginkan, mereka yang ada dalam lembaga kemasyarakatan dapat menjadi penjaga kerukunan, keamanan, dan ketertiban masyarakat sekaligus menjembatani aspirasi warga dengan pemerintah secara cepat dan efektif.

“Saya minta untuk aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat agar manfaat kebijakan pemerintah dapat dirasakan langsung oleh warga,” ungkapnya.

Syafrin mengajak seluruh pengurus lingkungan untuk turut menyukseskan berbagai program prioritas Pemprov DKI Jakarta maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan.

“Program ini antara lain sosialisasi dan optimalisasi insentif pajak daerah, gerakan pengelolaan serta pemilahan sampah dari sumber, hingga upaya pencegahan bahaya kebakaran di lingkungan permukiman,” bebernya.

Ia berharap, peningkatan kapasitas lembaga kemasyarakatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga mampu diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

“Lembaga kemasyarakatan harus semakin profesional, adaptif, dan berdaya guna dalam melayani masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Camat Tebet, Putut Puji Linangkung menambahkan, peningkatan kapasitas Lembaga Kemasyarakatan di wilayah kerjanya diikuti 922 Ketua RT, 79 Ketua RW, 79 anggota LMK, serta satu anggota Dewan Kota.

Para pengurus lingkungan diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, menjaga keharmonisan wilayah, serta memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan lingkungan yang nyaman dan tertata.

“Hal ini menjadi kebanggaan bersama dalam menyongsong 500 tahun Kota Jakarta menuju visi Jakarta sebagai Kota Global,” bebernya.

Ia menuturkan, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran masyarakat di tingkat wilayah, dalam kegiatan tersebut juga diserahkan bantuan satu unit mesin bor untuk masing-masing kelurahan.

“Kami juga menyerahkan 79 unit alat pelubang biopori jumbo yang diperuntukkan bagi seluruh RW di Kecamatan Tebet,” tandasnya. (ra/bj)

Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya dengan ikuti kanal WhatsApp JAKARTAPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.