JAKARTAPEDIA.co.id – Kepopuleran MPV mewah Toyota Alphard dan Vellfire yang mendominasi pasar mobil bongsor di kawasan Asia kini menginspirasi lahirnya inovasi kendaraan listrik yang unik di Pakistan.
Produsen otomotif lokal, Nora EV, resmi memperkenalkan Nora EV Metro, sebuah mobil listrik zero-emission berukuran ringkas yang membawa bahasa desain menyerupai MPV mewah buatan Jepang tersebut.
Meski tidak menyematkan emblem Toyota, Nora EV Metro secara terang-terangan mengadopsi kombinasi gaya Alphard dan Vellfire pada sekujur bodi eksteriornya. Bagian fasia depan didominasi oleh gril raksasa dan intake vertikal beraksen krom yang memberikan kesan tegas.
Tampilan ini berpadu dengan garis lekukan bodi di bagian samping serta desain buritan yang dilengkapi spoiler atap dan lampu belakang berbentuk segitiga.
“Namun, berbeda dengan Alphard asli yang mengandalkan pintu geser otomatis (power-sliding doors), mobil listrik mungil ini menggunakan pintu engsel engsel konvensional untuk akses penumpang belakang,” tulis Carscoops, yang dilansir pada Selasa (6/10/2026).
Di balik kemiripan visualnya dengan MPV full-size, proporsi ukuran Nora EV Metro sejatinya jauh lebih ringkas.
Mobil ini memiliki panjang keseluruhan 3.900 mm—menjadikannya lebih pendek dari hatchback subkompak Eropa—serta ditopang oleh pelek berukuran 14 inci yang umumnya ditemui pada segmen kei car.
Memasuki bagian dalam, kabin lima penumpang Metro berupaya menyembunyikan kesan ekonomis dengan menerapkan kombinasi warna dan gaya interior bergaya mobil premium.
Tampilan dasbor dirancang menyerupai desain Mercedes Hyperscreen, meski dibangun menggunakan material plastik dengan layar infotainment di bagian tengah.
Sejumlah fitur kenyamanan dasar turut disematkan, seperti konektivitas Bluetooth, port USB, tombol push-button start, pendingin udara (AC), power window, hingga kamera mundur untuk memudahkan manuver parkir.
Sektor performa dan sistem penggerak mobil ini juga menyimpan berbagai catatan menarik. Rangka bawaan yang melandasinya berasal dari Tiongkok, namun Nora EV mengklaim telah melakukan rekayasa ulang guna menyesuaikan dengan kondisi jalanan Asia Selatan serta meningkatkan kenyamanan ruang kepala bagi penumpang berpostur tinggi.
Sumber tenaga utamanya mengandalkan motor listrik tunggal yang terpasang di bagian belakang dengan daya 4.000 watt atau setara dengan 5 tenaga kuda (hp).
Untuk menyuplai daya, pabrikan menyediakan beberapa pilihan kapasitas baterai lithium iron phosphate (LFP), yakni 9 kWh, 15 kWh, dan varian tertinggi 23,1 kWh.
Pada varian baterai terbesar, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak antara 250 hingga 300 km dalam sekali pengisian daya.
Sebagai langkah antisipasi keterbatasan infrastruktur pengisian daya, Nora EV berencana membangun jaringan stasiun penukaran baterai (battery swap) di Pakistan.
Selain itu, konsumen juga ditawari opsi sistem range-extender yang dilengkapi tangki bensin 3 liter dan generator kecil untuk menambah jarak tempuh ekstra sejauh 150 hingga 180 km.
Nora EV sendiri didirikan pada tahun 2025 oleh Nousheen Azhar dan Ali Raza. Berbeda dari kebanyakan perakit lokal yang hanya mengimpor komponen knockdown, perusahaan ini berkomitmen membangun fasilitas manufaktur lokal untuk proses pengerjaan stamping bodi hingga perakitan komponen lampu.
Mobil listrik Nora EV Metro diproyeksikan segera meluncur ke pasar Pakistan dengan banderol harga di bawah 3 juta rupe Pakistan (sekitar Rp 172 juta). (brs/ist)
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya dengan ikuti kanal WhatsApp JAKARTAPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.







