Terkait Kecelakaan Kebakaran KM Bercolona V, Perusahaan Tegaskan Tidak Ada Unsur Kesengajaan

oleh -
Kapal KM Bercelona V mengalami musibah kecelakaan kebakaran di Perairan Kepulauan Talise, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara pada Minggu (20/7/2025). (nixon)

JAKARTAPEDIA| MINAHASA UTARA – Kapal KM Bercelona V mengalami musibah kecelakaan kebakaran di Perairan Kepulauan Talise, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara pada Minggu (20/7/2025). Perwakilan Devisi Humas PT. Surya Pacifik Indonenesia selaku perusahaan pemilik KM Bercelona V, Ridwan Faluga menyampaikan duka cita dan prihatin atas peristiwa kecelakaan tersebut.

“Kami keluarga besar Perusahaan Pelayaran PT. Surya Pasifik Indonesia sangat prihatin, peduli dan sedih setelah mendengar kejadian tersebut. Kami turut berdukacita sedalam – dalamnya dengan musibah tersebut”, kata Ridwan Faluga pada Kamis (24/7/2025) saat ditemui JAKARTAPEDIA di Kantor Perusahaan Penjualan Tiket di Jalan Rumambi Pelabuhan Manado, Sulawesi Utara.

Ridwan Faluga menyebutkan, kejadian kebakaran KM. Bercelona V tidak ada faktor kesengajaan. “Itu murni kecelakaan tidak ada unsur kesengajaan,” katanya.

Dia menjelaskan, KM.Bercelona V sebelum berangkat dari Pelabuhan Melongloange, Kabupaten Kepulauan Talaud menuju Pelabuhan Manado, para awak kapal mulai dari Kapten hingga anak buah nahkoda sudah melakukan pengecekan sesuai dengan standar operasional.

“Sebelum berangkat, kapal sudah dilakukan pengecekan baik pemeriksaan maupun pemeliharaan rutin terhadap sistem operasional, mesin, kelistrikan, peralatan pemanas. Termasuk area – area rawan kebakaran lainnya untuk membantu mengidentifikasi potensi bahaya,” papar Ridwan.

Selain itu, sambungnya, Kapten dan anak buah Nakoda kapal KM.Bercelona V juga telah memperoleh pelatihan dalam pencegahan potensi kebakaran, penanganan bahan berbahaya yang tepat dan protokol tanggap darurat untuk membantu mengurangi kemungkinan terjadinya kebakaran di atas kapal.

“Juga menerapkan kebijakan larangan merokok yang ketat. Hanya diperbolehkan di area merokok yang telah ditentukan dan tegakkan pembuangan puntung rokok yang tepat untuk mencegah kebakaran,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, juga sudah memasang dan melakukan perawatan rutin alat detektor asap, sensor panas, alarm kebakaran, dan sistem penyiram otomatis di seluruh kapal untuk memperingatkan anggota awak jika terjadi kebakaran.

“Kami juga melakukan latihan penanganan kebakaran secara berkala untuk memastikan semua awak kapal memahami prosedur evakuasi, serta menyediakan peralatan pemadam kebakaran di kapal, termasuk titik kumpul untuk keadaan darurat,” ungkapan Ridwan Faluga dengan raut wajah penuh kesedihan serta tetesan air mata.

Namun demikian, sambungnya, perusahaan tetap bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Dia mengaku, belum mengetahui penyebab pasti kapal tersebut terbakar. “Kami masih menunggu hasil penyelidikan polisi.”

Dari nformasi yang diterimanya, diduga api berasal dari kamar menumpang. Meskipun demikian, pihak perusahaan tetap masih menunggu proses penyelidikan kepolisian.

Ridwan menambahkan, pihaknya tidak mau berspekulasi terkait penyebab kebakaran KM Barcelona V.

Oleh karena itu, dia tak ingin memberikan keterangan sebelum ada hasil penyelidikan dari kepolisian. “Kami dari Perusahaan tidak mau memberikan informasi tidak akurat nanti membuat publik gusar,” terangnya.

“Yang jelas tidak ada unsur kesengajaan dan kami perusahaan bertanggungjawab serta menjamin atas kejadian ini. Semua ini kuasa Tuhan. Kami Hanya manusia biasa tidak mau terjadi seperti ini,” tandas Ridwan Fulaga. (nixon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *