JAKARTAPEDIA| MATARAM – Banjir bandang kembali menerjang kompleks perumahan elite Riverside, Kelurahan Selagalas, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (6/7/2025) sore. Tak pelak, 13 kendaraan terbawa arus. Tujuh di antaranya ditemukan tersangkut di tembok, sisanya hanyut diseret aliran sungai.
Meski tidak ada korban jiwa, banjir tersebut menimbulkan kerugian materil yang signifikan. Upaya evakuasi pun masih terus dilakukan hingga Senin (7/7/2025) pagi, dengan melibatkan tim SAR gabungan termasuk ratusan personel Kodim 1606/Mataram.
Ahmad Hudairi, seorang satpam Kompleks Riverside mengatakan, banjir bandang mulai masuk ke perumahan itu sekitar pukul 18.00 WITA.
Air bah yang datang dengan sangat cepat langsung menghanyutkan kendaraan-kendaraan yang terparkir di halaman rumah warga maupun di badan jalan.
“Kalau info yang saya terima, ada 13 kendaraan yang hanyut dari dalam perumahan. Tujuh di antaranya benar-benar terbawa arus ke sungai, sementara enam unit lainnya tersangkut di tembok. Jenis mobil yang hanyut itu ada HR-V, Kijang, Xenia, sampai pick-up. Satu sepeda motor juga hilang terbawa arus,” kata Ahmad Hudairi.
Kondisi arus yang sangat deras membuat warga tidak sempat menyelamatkan kendaraan mereka. Beberapa mobil terlihat terguling, terperosok ke dalam drainase besar, bahkan tersangkut di dinding beton yang menjadi pembatas kompleks.
Dandim 1606/Mataram Letkol Inf Nyarman mengatakan prajuritnya masih fokus pada upaya pembersihan dan evakuasi kendaraan yang hanyut, terutama yang berada di area sungai.
“Kami kerahkan 300 personel gabungan. Sebanyak 150 orang diturunkan di wilayah Riverside, dan 150 lainnya di wilayah Kekalik. Untuk evakuasi kendaraan yang masuk ke sungai, tentu diperlukan alat berat, karena tidak memungkinkan ditarik secara manual,” ujar Nyarman.
Menurutnya, proses evakuasi akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pembersihan material di sekitar kawasan yang terdampak, kemudian berlanjut ke penanganan kendaraan dan puing-puing besar yang hanyut ke sungai.
Nyarman akan berkoordinasi dengan Pemkot Mataram untuk memastikan penanganan pascabencana dapat berlangsung secara sistematis dan menyeluruh.
Tim gabungan dari TNI, BPBD Kota Mataram, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mataram diterjunkan langsung malam itu juga.
Meski akses menuju beberapa titik terdampak sempat terhambat karena tumpukan lumpur dan kendaraan yang melintang, tim tetap melakukan pembersihan darurat.
Beberapa truk tangki air dikerahkan untuk menyemprot lumpur tebal yang mengendap di jalanan. Pihak PLN juga telah turun untuk memastikan tidak ada kabel listrik yang terendam dan berpotensi membahayakan warga. (ist/brs)
“Dibuka Kesempatan Bergabung Menjadi Wartawan Biro Kota Mataram Kabupaten Nusa Tenggara Barat, Jika Berminat Silahkan WA ke 0877-6460-1861”






