Dinilai Tidak Ada Prestasi, Para Aktivis Aceh Tenggara Bersyukur Kapolres AKBP R Doni Sumarsono Dimutasi

oleh -
Para aktivis Aceh Tenggara terlihat turun di jalan umum dengan membawa poster yang bertuliskan merasa bersyukur atas dimutasinya Kapolres AKBP R Doni Sumarsono. (habibi)

JAKARTAPEDIA| ACEH TENGGARA – Para aktivis Aceh Tenggara terlihat turun di jalan umum dengan membawa poster yang bertuliskan merasa bersyukur atas dimutasinya Kapolres AKBP R Doni Sumarsono.

Muhammad Saleh Selian, Bupati Lembaga Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Aceh Tenggara, dan sejumlah anggota kepengurusan, turun di jalan umum tepatnya di depan gedung DPRK setempat, pada Jum’at 14 Maret 2025.

Lembaga LIRA dan kepengurusan sangat jarang sekali turun ke jalan umum, bahkan setahun belum tentu ada. Namun kali ini Lembaga itu turun gunung demi mengucapkan rasa syukurnya atas mutasinya sang Kapolres tersebut.

Bupati Lira menilai R Doni Sumarsono sangat minim sekali prestasi dalam mengemban tugas di Polres Aceh Tenggara.

Diantaranya, kata Saleh, dugaan retorika terkait pemberantasan kasus narkoba yang selama ini telah meracuni regenerasi muda di bumi yang dijuluki sepakat segenep itu.

LIRA menilai penangkapan terhadap kasus penyalahgunaan narkoba dipenuhi oleh mayoritas masyarakat pecandu, yang tidak lain notabene korban, meski sebagian ada yang ditangkap bandar. “Namun herannya pemasok tidak pernah tersentuh hukum,” ujarnya.

Hal yang senada yang diutarakan oleh aktivis anti korupsi Aceh Tenggara Amri Sinulingga, dirinya menilai jika pemasok narkoba di Aceh Tenggara tak pernah disentuh hukum selama kepemimpinan R Doni Sumarsono.

“Yang tersentuh hukum itu hanya pemakai dan pecandu lalu pengedar,” ujar aktivis vokal terhadap koruptor itu.

“Akibat gencar penangkapan terhadap para pemakai dan pecandu, over kapasitas pun kini menjadi perhatian serius di tahanan Lapas Kelas IIB Kutacane, yang sempat viral di medsos beberapa waktu lalu,” ujar Amri Sinulingga.

“Bagaimana tidak, seharusnya Lapas Kelas IIB Kutacane hanya bisa dihuni sekitar 100 jiwa, dan saat ini Lapas tersebut sudah mencapai 362 jiwa, apa tidak sesak,” imbuhnya.

Lebih miris nya lagi, saat para aktivis memberitahu kepada R Doni Sumarsono tentang siapa saja orang yang terduga sebagai pemasok narkoba di Aceh Tenggara, namun jawaban Kapolres tersebut akan kami tindaklanjuti, lalu dikatakannya sulit membuktikannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *