SUKABUMI | JAKARTAPEDIA.co.id – Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang telah berjalan selama satu bulan di Kabupaten Sukabumi kini menghadapi ancaman pembatalan setelah munculnya pemberitaan tidak berimbang dari beberapa pihak. Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, POPDIKSI, Ikatan Penilik Indonesia (IPI), dan HIMPAUDI memberikan klarifikasi terkait tuduhan pemufakatan jahat yang dinilai tidak berdasar dan berpotensi merugikan banyak pihak.
Kadisdik Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang, menegaskan bahwa KEJAR adalah program nasional yang bertujuan meningkatkan literasi keuangan pelajar dan tidak bersifat wajib.
“Program ini telah berjalan sesuai aturan. Tidak ada unsur pemaksaan, dan semua dana yang masuk dapat dipertanggungjawabkan. Tuduhan pemufakatan jahat ini sangat tidak berdasar dan merugikan banyak pihak,” ujarnya pada Sabtu (1/2/2025).
Kabid Pendidikan Non Formal (PNF) Disdik Kabupaten Sukabumi, Jajat Sudrajat, juga menambahkan bahwa KEJAR merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membentuk kebiasaan menabung sejak dini.
“Kami sangat menyayangkan adanya tuduhan yang dapat menghambat program ini. Pemerintah justru mendorong anak-anak untuk lebih mandiri secara finansial melalui gerakan menabung ini,” jelasnya.
Program Nasional Berbasis Regulasi Resmi
Untuk diketahui bahwa program KEJAR yang dilaksanakan di Sukabumi merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung, yang menegaskan pentingnya budaya menabung sejak dini untuk meningkatkan inklusi keuangan di kalangan pelajar.
Selain itu, program ini juga merujuk pada Surat Edaran Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nomor 8 Tahun 2022 tentang Akselerasi Implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), yang menginstruksikan satuan pendidikan untuk bekerja sama dengan lembaga jasa keuangan guna memfasilitasi pembukaan rekening bagi siswa.
Hingga saat ini, program KEJAR di Kabupaten Sukabumi telah diikuti oleh sekitar 2.500 siswa dari target 50.000 peserta dan dijadwalkan menjadi bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional pada Mei 2025 mendatang.
Selain itu, program ini juga berambisi mencetak Rekor MURI sebagai pembukaan rekening pelajar terbanyak dalam satu hari secara serentak di 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi.






