Sedangkan dana Rp5.000 digunakan untuk biaya penyelenggaraan acara, operasional kegiatan, serta pendataan awal. “Tidak ada permainan dalam pengelolaan dana ini. Semua digunakan secara transparan dan bisa dipertanggungjawabkan. Program ini adalah upaya kami untuk meningkatkan kesadaran finansial siswa sejak dini, bukan untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.
Ancaman Pembatalan Acara Hari Pendidikan Nasional dan Rekor MURI
Akibat maraknya pemberitaan negatif, program KEJAR yang sedianya menjadi bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional pada Mei 2025 terancam batal.
Jika hal ini terjadi, ribuan siswa berpotensi kehilangan kesempatan mendapatkan manfaat dari program ini.
Selain itu, rencana untuk memecahkan Rekor MURI sebagai pembukaan rekening pelajar terbanyak dalam satu hari di 47 kecamatan juga terancam gagal.
Pihak penyelenggara tengah mempertimbangkan langkah hukum untuk melindungi program ini dari informasi yang dinilai merugikan.
“Kami berharap masyarakat tidak mudah percaya pada tuduhan yang tidak berdasar dan media dapat lebih berimbang dalam menyajikan informasi. Program ini adalah untuk kepentingan siswa, bukan untuk kepentingan pribadi,” tutup Ujang Suherman.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan program KEJAR tetap dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi para siswa di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. (rinto/bp)







