JAKARTAPEDIA.co.id – Pembangunan kota secara kolaboratif dan berkelanjutan terus digaungkan di Jakarta. Tak hanya secara fisik, pembangunan juga dilakukan untuk memberdayakan dan memandirikan warga yang tinggal di dalamnya untuk kesejahteraan. Beragam kebijakan dirancang untuk membuat warga lebih berdaya sebagai pondasi Jakarta, salah satunya berkomitmen dalam menciptakan wirausaha dan lapangan kerja baru.
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Jakarta memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Dengan program Jakpreneur, Pemprov DKI Jakarta membuka banyak akses bagi para peserta agar lebih mudah mengembangkan usaha dan memiliki keterampilan berwirausaha.
Fasilitas yang diberikan berupa pelatihan bagi pelaku usaha yang telah dirasakan 212.243 binaan; pendampingan dalam melakukan pemasaran yang telah dirasakan 53.594 binaan, fasilitas akses permodalan yang telah dirasakan 8.324 binaan, dan laporan keuangan; fasilitas akses perizinan yang telah dirasakan 179.325 binaan; pemasaran produk; hingga pelaporan keuangan berbasis aplikasi, dan fasilitas kemudahan akses permodalan yang telah dirasakan 8.324 binaan.
Para peserta Jakpreneur bebas memilih fasilitas-fasilitas tersebut sesuai kebutuhan usahanya.
“Melalui Jakpreneur, Pemprov DKI aktif menjadikan potensi UMKM sebagai penghasil lapangan kerja utama dengan memfasilitasi hubungan ke perusahaan besar, pengekspor, dan aliansi lokal serta mendorong transformasi digitalisasi. Saat ini Jakarta menjadi rumah bagi lebih dari 16.000 perusahaan kecil, 1.400 perusahaan menengah, besar, hingga multinasional serta menjadi rumah bagi lebih dari 400 start up. Ke depannya, Jakarta akan terus menjadi pusat ekonomi-bisnis berskala global, dan kita optimis akan tercipta semakin banyak peluang lapangan pekerjaan di Jakarta,” terang Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Dalam pelaksanaannya, program Jakpreneur berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membangun 44 pos pengembangan kewirausahaan di tiap kecamatan dan menghadirkan 245.979 lapangan kerja baru. Hingga Oktober 2022, sebanyak 331.153 wirausaha baru telah tergabung dalam Jakpreneur. Angka tersebut telah melebihi target yang ditetapkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam RPJMD 2021-2022 sebanyak 200 ribu wirausaha.
Jakpreneur juga mendorong UMKM binaan untuk berdaya saing global, dengan mengikutsertakan UMKM pada berbagai pameran dari skala nasional hingga internasional. Saat ini, melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (PPKUKM) DKI Jakarta menggandeng Meta Boost dalam melakukan akselerasi digital bagi pelaku UMKM melalui katalog Whatsapp Bisnis Jakpreneur dan inovasi pembayaran digital QRIS Jakpreneur.
“Kolaborasi ini untuk memperluas pasar digital bagi pelaku UMKM di Jakarta. Melalui Katalog Whatsapp Bisnis Jakpreneur, diharapkan pelaku UMKM dapat mempromosikan produk Jakpreneur dengan cara yang lebih mudah, masif, dan populer. Kami ingin membantu UMKM di Jakarta berkolaborasi dengan Meta agar pelaku UMKM memiliki business plan dan menjangkau lebih banyak lagi. Apalagi 95% lebih pelaku ekonomi di Jakarta adalah mikro dan kecil,” jelas Gubernur Anies seperti rilis yang dilayangkan Minggu (9/10/2022).
Selain itu, diadakan Pasar Online E-Order yang diikuti hingga 36.021 binaan sepanjang tahun 2020-2022, Jumat Beli Lokal yang diadakan sebanyak 26 kali sepanjang tahun 2021-2022, Bazar Reguler yang diikuti oleh 2.840 binaan dengan total 13.400 produk yang terdaftar.
Untuk mendukung kesejahteraan pekerja/buruh, dibentuk Kartu Pekerja Jakarta (KPJ) untuk meringankan biaya transportasi, pangan, serta pendidikan bagi anak pekerja DKI Jakarta. Program bantuan kepada pekerja maupun prakerja ini menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota, khususnya di tengah pandemi COVID-19. Sejak 2018 hingga September 2022, sebanyak 44.926 penerima telah merasakan manfaat KPJ.
Selanjutnya, melalui program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) Ketenagakerjaan menggencarkan pelatihan kerja yang dilakukan secara kolaboratif dengan berbagai perusahaan di DKI Jakarta. KSBB Ketenagakerjaan memfasilitasi hingga mempertemukan kolaborator dan masyarakat untuk saling memberikan kemudahan melalui pelatihan dan pembekalan keterampilan bagi pencari kerja dan juga UMKM. Terdapat 52 kolaborator dari swasta, yayasan, dan pihak terkait lain yang memberikan 82 pelatihan dan berhasil membantu 3.737 warga pencari kerja dan UMKM di Jakarta.
“Dengan program KSBB Ketenagakerjaan, selain bisa menjadi bekal pengetahuan bagi warga dalam mencari pekerjaan, juga bisa menjadi modal berwirausaha dan membuka lapangan kerja baru. Di sini warga didorong untuk lebih berdaya dan punya kualitas untuk bersaing di dunia kerja,” lanjut Gubernur Anies.
Selain itu, Pameran Bursa Kerja (Job Fair) diadakan 3 kali dalam setahun di 5 wilayah kota administrasi. Diikuti oleh 200 perusahaan swasta terkemuka dan terdapat lebih dari 25.000 lowongan pekerjaan yang dibuka dalam setiap sesinya. (dra)
“Bagi Anda yang Ingin Mengundang Pede Nian Ngebanyol untuk Menjadi Master Ceremony (MC) Ngebanyol yang Bikin Semarak dan Heboh Acara, Bisa Hubungi WA ke 081510868686”







