Polisi: CCTV di Rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo Rusak Sejak Dua Minggu Lalu

oleh -
Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo dan Isteri. (ist/twitter)

JAKARTAPEDIA.co.id – Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes, Budhi Herdi Susianto mengatakan, kamera pengawas (closed circuit television/CCTV) di rumah Kadiv (Kepala Divisi) Propam Irjen Ferdy Sambo rusak sejak dua minggu lalu, sehingga tak merekam peristiwa baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E.

“Kami juga mendapatkan bahwa di rumah tersebut CCTV-nya rusak kurang lebih dua minggu yang lalu, sejak dua minggu yang lalu. Sehingga tidak dapat kami dapatkan (rekamannya),” kata Budhi di Mapolres Jaksel, Selasa (12/7/2022).

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=VRIYFG5buK8[/embedyt]

Budhi menyatakan pihaknya tetap mengumpulkan alat bukti lain terkait kasus baku tembak di rumah salah satu perwira tinggi Korps Bhayangkara tersebut.

Pihaknya melakukan penyidikan secara scientific crime investigation.

“Kami berusaha mengungkap, membuat terang peristiwa ini dengan mencari alat bukti lain. Secara scientific kami juga mencari alat bukti pendukung, yakni kami mendapat CCTV dari sekitar rumah tersebut yang merupakan atau bisa membuktikan petunjuk adanya proses atau pun orang yang mungkin ada berada di rumah tersebut,” ujarnya.

Sampai saat ini, kata Budhi, pihaknya belum menemukan bukti kuat untuk menjerat Bharada E sebagai tersangka penembakan berujung tewasnya Brigadir J.

“Berdasarkan alat bukti yang kami dapatkan kami belum menemukan alat bukti yang menguatkan persangkaan tadi terhadap saudara Bharada E yang melakukan pidana,” katanya.

Aksi polisi tembak polisi ini terjadi di rumah Kavid Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Dalam insiden ini, Brigadir J meninggal dunia.

Pelaku penembakan merupakan seorang ajudan pengamanan Kadiv Propam berinisial Bharada E. Kedua polisi saling tembak terjadi seusai istri Ferdy Sambo berteriak.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyebut Brigadir J diduga melakukan pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo, sehingga ia berteriak.

Setelah Bharada E yang mendengar teriakan sontak mendatangi tempat kejadian. Brigadir J langsung menodongkan pistol dan menembak Bharada E.

“Itu benar melakukan pelecehan dan menodongkan senjata dengan pistol ke istri Kadiv Propam (Ferdy Sambo), itu benar,” kata Ramadhan kepada wartawan, Senin (11/7/2022)

Ramadhan mengungkap Bharada E mengeluarkan lima tembakan kepada Brigadir J, sementara Brigadir J mengeluarkan tujuh tembakan pada Bharada E. Namun, Bharada E tak terkena luka tembak sama sekali.

Ramadhan menyebut posisi Bharada E lebih tinggi karena berada di lantai 2 rumah Ferdy Sambo saat baku tembak terjadi.

Sementara itu, keluarga Brigadir J mengungkap ketidakpuasan soal penyebab kematian anggota polisi itu karena adu tembak dengan anggota polisi lain Bharada E di rumah Irjen Ferdy.

Tante dari Brigadir J, Roslin mempertanyakan soal adanya bekas sayatan di tubuh keponakannya itu.

“Tadi malam itu dari Kepolisian Jakarta menyampaikan bahwasanya di rumah bapak yang majikannya itu, Irjen Ferdy Sambo itu ada adu tembak, jadi kami gak puas, kalau ada adu tembak, otomatis tidak ada luka sayatan begitu kan,” kata Roslin dalam video yang diterima, Senin (11/7/2022)

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=E6IZpu1R-9g[/embedyt]

Selain adanya luka tembak, kata Roslin, jenazah Brigpol J juga mengalami sayatan di beberapa bagian. Selain itu, dua jarinya disebut putus.

“Ada luka sayatan, jarinya juga dua putus. Kena sayat benda tajam ini mata, hidung, bibir, di leher, baru jarinya.Terus kakinya juga ada setelah kami tadi pagi periksa,” katanya. (brs/ist)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *