Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman, Inflasi Terkendali

oleh -
oleh
Ilustrasi Ibu-ibu habis belanja kebutuhan sehari - hari. (ist)

JAKARTAPEDIA.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan, laju inflasi di Jakarta hingga saat ini masih terkendali dan terjaga dengan baik. Dia mencatat, angka inflasi Jakarta per September 2026 secara Year on Year (YoY) berada di kisaran 2,5 hingga 2,71 persen.

Hal ini disampaikan Pramono pada Konferensi Pers Realisasi APBD Triwulan III Tahun 2026 dengan tema “Menjaga Momentum Pertumbuhan: APBD Bekerja Serempak dan Berdampak”, di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/10/2026).

“Alhamdulillah inflasi di Jakarta ter-manage dengan baik. Kita di angka kisaran antara 2,5 sampai dengan 2,71. Di bawah inflasi nasional yaitu 3,28,” ujar Pramono.

Pemprov DKI, lanjut dia, menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengendalikan laju inflasi. Pertama yakni monitoring keterjangkauan harga yang dilakukan melalui pelaksanaan pasar murah, pangan subsidi, dan bazar murah.

Langkah kedua yakni memastikan kelancaran distribusi melalui optimalisasi e-commerce dan layanan mobil keliling.

Selain itu, Pemprov DKI juga memastikan ketersediaan pasokan, salah satunya melalui penguatan kerja sama antardaerah.

“Kita juga memberikan kemudahan dalam hal penyediaan stok, termasuk Dharma Jaya yang dulu nggak pernah dipikirkan untuk mempunyai stok sapi sekarang diizinkan, bahkan di Ciangir sekarang ini kita siapkan untuk mengembangkan itu,” jelasnya.

Terakhir, Pemprov DKI juga melakukan komunikasi yang efektif secara transparan kepada publik terkait berbagai kegiatan dan program yang tengah dilakukan. (ig)