JAKARTAPEDIA.co.id – Pagi 17 Agustus selalu menghadirkan suasana berbeda. Ketika Sang Merah Putih perlahan dikibarkan dan lagu kebangsaan berkumandang, ingatan tentang perjuangan para pendahulu kembali hadir di tengah masyarakat.
Suasana serupa terasa di lingkungan OT Group. Dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, produsen produk konsumen tersebut menggelar upacara bendera secara serentak di seluruh unit operasionalnya, Senin (17/8/2026).
Dari kantor pusat, pabrik, depo, hingga kantor cabang di berbagai wilayah Indonesia, jajaran OT Group mengikuti upacara dengan khidmat. Bagi perusahaan yang telah berkiprah selama 78 tahun itu, pengibaran bendera bukan sekadar rangkaian seremoni tahunan.
Ada nilai yang ingin terus dijaga dan diwariskan.
Peringatan kemerdekaan ditempatkan sebagai momentum untuk memperkuat kultur perusahaan yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
Semangat nasionalisme diharapkan tidak berhenti pada perayaan, tetapi tumbuh menjadi bagian dari keseharian di lingkungan kerja.
Director & Chief Operating Officer OT Group, Donny, mengatakan tradisi mengibarkan Sang Merah Putih setiap 17 Agustus telah menjadi bagian dari perjalanan panjang perusahaan.
“Melestarikan dan memupuk nilai-nilai kebangsaan di perusahaan kami sudah dibentuk sejak lama, dan diwariskan dari generasi ke generasi sampai sekarang,” kata Donny dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, tradisi tersebut dijalankan secara serentak oleh seluruh jajaran OT Group. Tidak ada perbedaan antara kantor pusat maupun unit operasional di daerah. Semua menjadi bagian dari satu semangat yang sama: merawat kebersamaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
“Tidak hanya di kantor pusat, tapi di seluruh kantor perwakilan OT Group di seluruh Indonesia karena ini merupakan bagian dari kultur perusahaan,” ujarnya.
Ketika Nasionalisme Menjadi Bagian dari Kultur
Di tengah dunia kerja yang terus berubah, tradisi upacara bendera di perusahaan swasta mungkin bukan lagi pemandangan yang mudah ditemui. Karena itu, konsistensi OT Group mendapat perhatian dari kalangan akademisi.
Pakar komunikasi industri dari Universitas Islam Bandung, Dr. Muhammad Fuady, menilai pelaksanaan upacara tersebut bukan hanya bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menanamkan jiwa patriotisme kepada karyawan.
“Tidak banyak perusahaan swasta yang masih konsisten menyelenggarakan upacara bendera setiap 17 Agustus,” ungkap Fuady.
Menurutnya, upacara yang dilakukan secara serentak di berbagai wilayah operasional menunjukkan bahwa nilai kebangsaan tidak hanya ditempatkan sebagai simbol, melainkan diupayakan menjadi bagian dari identitas organisasi.
“Ketika sebuah perusahaan menjadikannya sebagai tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi dan dilaksanakan secara serentak di kantor-kantor wilayahnya, menurut saya ini merupakan bentuk nyata bagaimana nilai kebangsaan dapat menjadi bagian dari budaya perusahaan,” terangnya.
Bagi OT Group, Merah Putih yang berkibar pada peringatan HUT ke-81 RI menjadi pengingat bahwa perjalanan sebuah perusahaan tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan bisnis.
Ada tanggung jawab sosial, nilai kebangsaan, dan kontribusi yang turut melekat di dalamnya.
Setelah 78 tahun berkiprah sebagai entitas bisnis lokal, OT Group menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh dan berinovasi, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian dan masyarakat Indonesia.
Dari tradisi sederhana mengibarkan Sang Merah Putih, semangat itu kembali diteguhkan: bahwa kecintaan terhadap Tanah Air dapat dirawat di mana saja, termasuk di tempat kerja. (jek)







